Breaking News:

Indonesian Kominfo RI Taja Forum Sosialisasi Sadar Gizi di Rohul, ini Tujuanya

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, menggelar forum sosialisasi gerakan nasional sadar Gizi di Rohul.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Kementerian Komunikasi dan Informasi RI melalui Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, menggelar forum sosialisasi gerakan nasional sadar Gizi di Rohul.

Kegiatan ini bagian dari kampanye Kominfo Ri dalam menurunkan stunting di Rohul.

Forum Sosialisasi Gerakan Nasional Sadar Gizi tersebut, dalam rangka menurunkan prevelensi stunting di Rohul, dibuka Asisten III Setda Rohul Elfiskar.SH.MH di Hotel Sapadia, Pasir Pangaraian.

Kegiatan ini juga dihadiri Dandim 0313/KPR, Plt Kasubdit Kemitraan Lembaga Komunikasi Sosial Kominfo RI, Sarjono, Kepala Dinas Badan dan Kantor di lingkungan Pemkab Rohul, Direktur RSUD Rohul, Camat serta para Kepala Desa yang ditetapkan sebagai desa Stunting di Rohul, juga kelompok informasi masyarakat.

Baca: Kamu Bakal Jadi Orang Tua yang Baik Kalau Zodiakmu Ada di Antara 5 Ini

Plt Kasubdit Kemitraan Lembaga Komunikasi Sosial Kominfo RI, Sarjono, mengungkapkan, ditahun 2018 ini pemerintah pusat sudah menetapkan 100 desa masuk ke dalam pilot project porgram penurunan prevelensi stunting di Indonesia, Dari 100 desa tersebut 10 desa di antaranya berada di Rohul, Provinsi Riau.

Ia menambahakan, sesuai Inpres No 9 Tahun 2014, Kominfo memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinir Kementrian Sektoral, dalam rangka kampanye sebuah program tunggal untuk disampaikan ke masyarakat.

Kemudian, terkait persoalan stunting tersebut Sarjono mengaku, terdapat 13 Kementrian yang terlibat dalam penurunan prevelensi stunting, dimana Kominfo menjadi corong dalam penyampaian informasi secara luas ke masyarakat terkait apa itu stunting serta bagaimana cara menanggulanginnya.

"Melalui kegiatan forum sosialisasi Gerakan Sadar Gizi ini,salah satu bentuk kampanye yang dilakukan Kominfo RI dalam menurunkan prevelensi stunting dan bahaya stunting," imbuhnya.

Sementara, Asisten III Setda Rohul, Elfiskar mengakui, bahwa penanggulangan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, melainkan juga jadi tanggung jawab pemerintah daerah serta seluruh elemen di daerah.

Baca: Api dan Asap Membumbung di Balikpapan, Diduga Berasal dari Tumpahan Minyak

Untuk itulah, tambahnya, stunting menimbulkan dampak luas bagi tumbuh kembang generasi Rohul dimasa mendatang, stunting umumnya mengalami keterbelakangan mental serta pertumbuhan otaknya cenderung tidak baik.

"Karena dampaknya yang luas, maka Bupati Rohul H.Sukiman, telah memerintahkan seluruh dinas dan instansi terkait termasuk kepala desa agar dapat melakukan berbagai upaya mengantisipasi stunting. Bagi desa yang dinyatakan syunting dilakukan pembinaan dan peningkatan gizi," imbaunya.

Lebih lanjut diterangkany, penurunan prevelensi stunting jadi salah satu program prioritas pemerintah pusat. Rohul jadi satu-satunya kabupaten di Riau yang masuk dalam kabupaten terkena stunting, dimana terdapat 10 desa yang dinyatakan katagori stunting.

Diterangkanya, 10 desa tersebut yakni, Bangun Purba Barat, Kepayang, Kepenuhan Hilir, Marga Mulya, Menaming, Rambah Samo, Suka Maju, Tambusai Timur, Teluk Aur dan Ulak Patian.

"Dari 10 desa tersebut, terdata jumlah penduduk miskin mencapai 4408 serta penderita
gizi buruk mencapai 12 orang," ungkapnya.  (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved