Soal Klaim Sepihak Atas Lahan, Muncul Tuntutan Ukur Ulang HGU Perusahaan Ini

Konflik PT Tasma Puja dengan warga Desa Kampar Kecamatan Kampar tampaknya bakal meluas.

Soal Klaim Sepihak Atas Lahan, Muncul Tuntutan Ukur Ulang HGU Perusahaan Ini
Istimewa
Foto Satelit Peta HGU PT SA mapforenvironment.org yang diakses, Kamis (29/3/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Konflik PT Tasma Puja dengan warga Desa Kampar Kecamatan Kampar tampaknya bakal meluas.

Belum selesai konflik di Desa Kampar, belakangan muncul tuntutan agar luas areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Tasma Puja diukur ulang.

Tuntutan ini dikemukakan oleh Edi Susanto Datuk Godang, pucuk kerapatan adat Kenegerian Rumbio.

Surat LKA Kenegerian Rumbio kepada Bupati Kampar tentang penolakan pemasangan portal.
Surat LKA Kenegerian Rumbio kepada Bupati Kampar tentang penolakan pemasangan portal. (Istimewa)

Menurut dia, persoalan Tasma Puja bukan hanya dengan masyarakat Desa Kampar Kecamatan Kampar saja.

Datuk Anto mengatakan, ada masyarakat di desa lain yang lahannya diduga dikuasai sepihak oleh Tasma Puja.

Ia mengindikasikan, lahan yang dikuasai perusahaan sekarang sudah tidak sesuai dengan luas dalam perizinan.

Baca: Ratusan Mahasiswa Tuntut Kesra Pencairan Bantuan Pendidikan

Bahkan, kata dia, terdapat Kebun Kelapa Sawit yang diduga berada di dalam kawasan hutan.

"Ada kok lahan masyarakat yang lain sudah dikuasai perusahaan.

Kami meminta HGU-nya diukur ulang saja," kata Datuk Anto, Rabu (4/4/2018).

Datuk Anto mengatakan, dari pengukuran ulang luas HGU, maka akan diketahui berapa lahan yang harus dikembalikan kepada masyarakat. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved