Wamen ESDM Buka Pidatonya Pakai Bahasa Piaman, Ini Reaksi Peserta Mubes PKDP

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Archandra Tahar hadir langsung dalam kegiatan Persatuan Keluarga Daerah Piaman

Wamen ESDM Buka Pidatonya Pakai Bahasa Piaman, Ini Reaksi Peserta Mubes PKDP
Tribun Pekanbaru
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Archandra Tahar hadir langsung dalam kegiatan Persatuan Keluarga Daerah Piaman ( PKDP), pada hari kedua, yang dilaksanakan di Hotel Grand Suka, Sabtu (7/4). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU -- Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Archandra Tahar hadir langsung dalam kegiatan Persatuan Keluarga Daerah Piaman ( PKDP), pada hari kedua, yang dilaksanakan di Hotel Grand Suka, Sabtu (7/4).

Saat memulai pembicaraannya, Archandra sempat meminta izin untuk menggunakan bahasa Piaman dalam menyampaikan mungkadimahnya, jelang menyampaikan pidatonya. Hal itu disambut tepuk tangan teriakan oleh peserta Mubes.

Dalam kesempatan itu, Archandra menyampaikan, bahwa untuk membuat sebuah kemajuan, perlu adanya perubahan yang dilakukan oleh masyarakat.

Ia membandingkan dengan negara bagian wilayah barat, cukup banyak memiliki orang-orang yang terkenal atas penemuan-penemuan sejak dulunya. Hal ini menurutnya dikarenakan mereka mau terbuka dan mau berubah.

"Kuta tentunya kenal dengan Blackberry Messenger, bahkan mungkin kita semua pernah memakainya. Karena tidak ada perubahan, kini ditinggalkan. Atau siapa yang tak kenal dengan Nokia, produk handphone yang dahulu sangat kuat, namun sekarang mulai punah. Itu dikarenakan tidak mampu beradaptasi dengan perubahan," kata pria asal Pariaman ini kepada tamu undangan yang dihadiri Tribunpekanbaru.com.

Archandra juga menambahkan, kebiasaan masyarakat selalu berubah-ubah mengikut perkembangan zaman, dan ini yang harus diteliti, dan terus ada perubahan.

Baca: VIDEO: Bassist Band Tengkorak Menggebrak Tribun Blast Lewat Musik Underground

Baca: Aurellyn Clinic Perkenalkan Treatment Baru di Hari Jadi ke 7

"Dulu kita mengetik mesti pakai mesin tik, selanjutnya pakai komputer, menulis dengan 10 jari, bahkan ada lesnya. Sekarang apa ada les mengetik 10 jari lagi? Kita lihat sekarang, mengetik hanya pakai dua jempol saja," ujarnya.

Dikatakannya, siapapun yang kuat saat ini, kalau tidak mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan, maka ia akan kalah oleh waktu, yang terus berubah.

"Kita harapkan PKDP ini jangan membahas isu lama, mari bergerak menuju perubahan, jangan berpikir siapa pemimpin, tapi berpikirlah kemana arah PKDP ini ke depannya," harapnya.

Pria yang pernah memiliki status kewarganegaraan Amerika ini juga mengatakan, lokasi fisik tidak akan menghambat setiap usaha yang menuju perubahan.

"Lokasi fisik munculnya kemajuan itu tidak harus di tempat yang Bagus. Google lahir di garasi, Facebook lahir di kost-kosan. Lokasi fisik tidak menentukan perubahan itu terjadi," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com.

Setelah dilakukan pertemuan tersebut, selanjutnya para peserta Mubes berebut foto bareng dengan Archandra, jelang keberangkatannya ke Bandara Sultan Syarif Kasim, untuk kembali ke Jakarta. (ale)

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved