Asian Agri Serahkan Premi Minyak Sawit Kepada 72 KUD Mitra

Penyerahan premi minyak sawit berkelanjutan itu dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Ir Agus Muharam, MSP.

Asian Agri Serahkan Premi Minyak Sawit Kepada 72 KUD Mitra
IST
Perwakilan petani plasma binaan Asian Agri dari Riau dan Jambi menerima premi minyak sawit berkelanjutan di Ruang Auditorium Kementerian Koperasi & UKM, Jakarta, Selasa (10/4/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Sebagai satu upaya menyejahterakan para petani, Asian Agri menyerahkan secara simbolis premi minyak sawit berkelanjutan kepada 12 ketua Koperasi Unit Desa (KUD) yang menaungi para petani plasma binaan Asian Agri, Selasa (10/4/2018).

Penyerahan premi minyak sawit berkelanjutan itu dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Ir Agus Muharam, MSP.

Dana yang merupakan premi selama tahun penjualan 2016 sebesar Rp 3.690.062.357, dibagikan kepada 72 KUD mitra Asian Agri yang menaungi 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi.

Baca: KORBAN Keracunan di Pasaman Terus Bertambah, Jumlahnya Mencapai 34 Orang

Agus Muharam pada kesempatan itu menyebutkan, keberadaan kelapa sawit di Indonesia mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang dekat dengan perkebunan kelapa sawit.

Industri kelapa sawit mendukung usaha pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pedesaan dan di sekitar perkebunan kelapa sawit.

Hal ini juga turut mendukung poin ke-3 dari Nawa Cita Presiden Joko Widodo perihal membangun Indonesia dari desa, yang juga menjadi fokus kami melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

“Pembagian hasil penjualan minyak sawit ini merupakan contoh yang baik dari hubungan kemitraan antara perusahaan dengan mitranya, dimana dalam hal ini diterapkan oleh Asian Agri kepada para petani binaan,” ujar Agus.

Senada dengan Kementerian Koperasi & UKM, Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Ir. Bambang, MM menegaskan dukungan pemerintah dalam penerapan praktik agronomi berkelanjutan melalui kemitraan petani dan perusahaan sebagai pendamping.

“Indonesia harus menghadapi tantangan pasar internasional terhadap sumber pasokan kelapa sawit yang jelas dan memiliki sertifikasi keberlanjutan,” ujar Bambang saat menyampaikan arahan dihadapan para petani.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved