Kemenag RI Khawatir Embarkasi Haji Antara Riau Tidak Tuntas

secara aturan, seharusnya 3 bulan sebelum keberangkatan haji pertama, embarkasi haji antara sudah harus selesai dalam segala hal.

Kemenag RI Khawatir Embarkasi Haji Antara Riau Tidak Tuntas
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-  Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Riau, Erizon Effendi mengatakan, secara aturan, seharusnya 3 bulan sebelum keberangkatan haji pertama, embarkasi haji antara sudah harus selesai dalam segala hal.

Dijelaskannya, keberangkatan haji pertama tahun ini akan berangkat tanggal 16 Juli 2018, maka dari itu batas penyelesaian embarkasi adalah tanggal 15 April 2018 ini. Sementara, hingga hari ini masih ada bagian yang belum siap di asrama haji tersebut.

“Harusnya tiga bulan sebelum keberangkatan sudah harus selesai. Kalau dengan kondisi yang ada saat ini, kamipun tidak bisa berbuat apa-apa kalau izinnya belum turun,” kata Erizon kepada Tribun, Minggu (15/4/2018).

Baca: Beberapa Kali Tertunda, Ranperda Tenaga Kelistrikan Segera Disahkan

Menurut Erizon, hal itulah berkemungkinan yang membuat proses pengerjaan embarkasi haji menjadi diperpanjang, menunggu beberapa persiapan lainnya dalam fasilitas asrama.

Erizon mengakui, pihak Kemenag RI sudah berkali-kali turun ke Pekanbaru untuk melakukan pengecekan kondisi dan kesiapan asrama haji untuk dijadikan embarkasi antara Riau tersebut. Namun ia juga mengakui, dari tinjauan tersebut, terdapat kekawatiran dari Kemenag RI soal kesiapan embarkasi antara tersebut.

“Tim dari Kemenag RI sudah berkali-kali turun ke sini. Kalau kita perhatikan, ada semacam kekawatiran dari pusat soal kesiapan embarkasi haji antara Riau,” ujarnya.

Baca: Pemkab Inhu dan BPJS Ketenagakerjaan Rapat Bersama, Bahas Nasib Tenaga Kerja Kontraktor Pemda

Dikatakannya, kekawatiran tersebut adalah, ketika embarkasi tidak siap dan banyak keluhan dari para jamaah, maka yang akan menjadi sasaran adalah menteri agama. “Jika Kemenag tetap mengeluarkan izin sementara asrama haji tidak siap menjadi embarkasi sementara, maka yang akan disalahkan adalah kemenag RI. Nanti Kemenang RI tentunya menyalahkan Kemenag Riau,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Riau, Markarius Anwar mengatakan, sepengetahuannya, pengerjaan asrama haji untuk menjadi embarkasi haji masih ada waktu sampai 25 April 2018 mendatang, hal ini dikarenakan belum siapnya fasilitas di asrama haji tersebut.

“Informasi yang saya dengar kemaren masih ada waktu seminggu lagi, yakni tanggal 25 April ini,” kata Markarius kepada Tribun, Minggu (15/4/2018).

Baca: Kembali Pimpin Forki Rohul, Erizal Terpilih Melalui Aklamasi

Terkait keterlambatan selesainya embarkasi tersebut, menurut Markarius tidak ada denda atau keterlambatan terhadap pemborong atau pihak ketiga, karena pengerjaannya masih dalam tahun anggaran. Sementara batas tersebut adalah tentang aturan 3 bulan sebelum keberangkatan embarkasi harus siap.

“Tidak ada pinalti, karena ini kan tahun anggaran. Kita upayakan selesai, karena perjuangannya kan sudah cukup panjang, jangan sampai menjadi sia-sia. Lagi pula yang akan disiapkan tidak terlalu banyak lagi. Kebetulan ini terkait pembangunan, saya akan sampaikan dalam rapat besok kepada pimpinan, agar kita turun mengecek kondisi yang ada, sehingga ini bisa digesa,” tuturnya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved