PUPR Janji Tidak Akan Bongkar Bangunan Sekitaran Flyover Sebelum Ganti Rugi Dibayarkan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau berjanji tidak akan membongkar bangunan masyarakat yang ada di kawasan flyover

PUPR Janji Tidak Akan Bongkar Bangunan Sekitaran Flyover Sebelum Ganti Rugi Dibayarkan
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Alat berat tengah bekerja melebarkan Jalan Soekarno Hatta dekat simpang empat Mal SKA, Jumat (6/4/2018). Pelebaran jalan tersebut terus digesa agar dapat digunakan untuk memecah kemacetan saat proses pembangunan fly over nantinya. Pembangunan fly over Simpang Pasar Pagi Arengka dan Simpang Empat Mal SKA resmi dilaksanakan menyusul telah dilakukannya Ground Breaking oleh Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU– Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau berjanji tidak akan membongkar bangunan masyarakat yang ada di kawasan flyover, yang sebelumnya tidak mau digunakan lahannya sebelum ada kejelasan pembayaran pembebasan lahan untuk tahun 2018 ini.

Baca: Ngeri, Petani Karet di Riau Bergumul dengan 2 Beruang Madu, ia Diserang Bergantian

Kepala PUPR Provinsi Riau, Dadang mengatakan Eko Purwanto menyampaikan, pihaknya akan membayar ganti rugi lahan masyarakat nanti pada tahun 2019 mendatang. Sementara ini, pihaknya tidak akan melakukan pembongkaran, karena menurutnya juga tidak mengganggu proses pengerjaan flyover.

Baca: Padahal Sudah 16 Tahun Jadi Pembungkus Mayat, Warga Syok Lihat Kondisi Kafan Saat Ditemukan

“Kita tidak akan membongkar sebelum bayar. Nanti dibayar dulu, baru digunakan lahan tersebut. Sekarang itu kan masih haknya mereka, jadi masih ditempati,” kata Dadang kepada Tribunpekanbaru.com,, Minggu (15/4/2018).

Dadang memastikan lahan yang masih ditempati masyarakat tersebut, baik yang disekitaran SKA ataupun perempatan Pasar Pagi Arengka tidak akan mengganggu proses pembangunan flyover, karena jaraknya cukup jauh.

Baca: BREAKINGNEWS; Musda DPD Golkar Sijunjung Ricuh, Sejumlah Kaca dan Pot Bunga Berserakan

Hanya saja diakuinya untuk pelebaran jalan setelah flyover tuntas nanti memang dibutuhkan lahan tersebut untuk pelebaran jalan, dan pembangunannya terpisah setelah pembangunan flover tuntas.

“Nanti untuk pembangunan jalannya memang kena lahan tersebut, tapi pembangunannya di luar fly over nanti, sehingga kita pastikan tidak akan mengganggu pengerjaan flyover,” ujarnya.

Baca: Padahal Sudah 16 Tahun Jadi Pembungkus Mayat, Warga Syok Lihat Kondisi Kafan Saat Ditemukan

Sejauh ini, menurut Dadang pihaknya akan mengajukan anggaran untuk pembebasan lahan tersebut, agar bisa dianggarkan dan dibayarkan pada tahun 2019 mendatang, sehingga lahan tersebut bisa dibebaskan,” ulasnya.

“Saat ini masih dalam rancangan, dan akan kita masukkan dalam anggaran APBD 2019,” imbuhnya. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved