Mahasiswa Rohil Adukan Penebangan Hutan di Kecamatan Tanah Putih

Sejumlah mahasiswa mengadukan perambahan hutan dan lahan masyarakat di Kecamatan Tanah Putih, Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir

Mahasiswa Rohil Adukan Penebangan Hutan di Kecamatan Tanah Putih
.
aksi mahasiswa 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Tanah Putih (Hipermata) mengadukan masalah dugaan ribuan hektar perambahan hutan dan lahan masyarakat di Kecamatan Tanah Putih, Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir ke kantor DPRD Riau, Rabu (18/4/2018).

Ketua Hipermata, Abdul Budi Ain mengatakan, pihaknya mempertanyakan izin perusahaan dengan inisial PL tersebut, yang menggarap lahan masyarakat yang juga ada di sana, kepada pihak kecamatan, namun pihak kecamatan juga tidak mengetahu perizinan tersebut.

Baca: Gaji THL di Kampar Ada Kenaikan, Namun Totalnya Dibayar untuk Bulan Depan

“Ribuan hektare lahan masyarakat dan hutan diduga telah dirambah perusahaan tersebut, yang bergerak di bidang alat berat. Lahan masyarakat seharusnya kembali ke masyarakat, sementara izin perusahaan itu tidak jelas, ada ratusan PT yang ada di kecamatan tersebut,” kata Abdul Budi kepada tribunpekanbaru.com, usai melaporkan hal itu kepada pihak DPRD Riau, di kantor DPRD Riau, Rabu (18/4/2018).

Dikatakannya, masyarakat setempat berharap pemda kabupaten di Rokan Hilir, atau provinsi memberikan solusi atas masalah tersebut. Karena lahan masyarakat terus berkurang secara perlahan.

Baca: Ruhut Sitompul: Barisan Sakit Hati Karena Tidak Siap Kalah Sudahlah Jangan Fitnah Terus

“Kami sudah lihat langsung di lokasi. Kami dan masyarakat di tanah putih mengutuk siapa saja yang menjual lahan masyarakat, dan memanfaatkan hutan untuk kepentingan pribadi. Termasuk juga oknum yang membekingi penggarapan lahan itu,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Riau dari Dapil Rokan Hilir, Asri Auzar mengatakan, dirinya dan beberapa anggota DPRD Riau lainnya akan turun ke lapangan dan meninjau langsung serta memastikan lahan yang di serobot pihak perusahaan tersebut.

Baca: Pertamakali Dilaksanakan, Kejurprov Forki di Inhu Perebutkan Piala Bupati

“Sebelumnya kita juga sudah mendapat laporan ini dari masyarakat. Aparat  penegak hukum diharapkan benar-benar menyikapi masalah itu, dengan menindaklanjuti laporan mahasiswa, karena masyarakat sudah dirugikan dengan aksi perambah hutan oleh pihak perusahaan itu.

Baca: Pertamakali Dilaksanakan, Kejurprov Forki di Inhu Perebutkan Piala Bupati

Ditambahkannya, jika hal tersebut tidak ditindaklanjuti, maka masyarakat akan melakukan tindakan anarkis, karena pekerja masih bekerja di lahan itu dengan menggunakan alat berat, karena itu, menurutnya aparat penegak hukum harus segera memproses kasus tersebut. (ale)

Penulis: Alex
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved