Tanam Otak Pada Tikus, Lalu Peneliti Berikan Tes Ingatan, Ternyata Begini Hasilnya

Penelitian ini juga diharapkan bisa mempelajari cara menangani cedera otak atau masalah perkembangan otak.

Editor: M Iqbal
Foto/shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Para ilmuwan di Salk Institute menanamkan organ otak manusia seukuran lentil (sejenis kacang) ke dalam kepala tikus.

Setelah itu dengan jendela transparan.

Tikus-tikus itu tampak berperilaku seperti tikus biasa pada tahap lanjut, sambil menyuplai darah dan nutrisi untuk menjaga otak manusia berkembang selama berbulan-bulan.

Para peneliti menciptakan organ otak manusia untuk mempelajari skizofrenia, tetapi teknik ini dapat digunakan untuk lebih banyak manfaat di masa depan.

Penelitian ini juga diharapkan bisa mempelajari cara menangani cedera otak atau masalah perkembangan otak.

Baca: Raih SMS Tertinggi, Arif LIDA Sudah Kantongi Hadiah Rp 15 Juta di Liga Dangdut Indonesia

Para ilmuwan menciptakan organ otak manusia pertama dari sel induk pada tahun 2013.

Sejak itu, para ilmuwan telah membuat otak manusia seperti yang ada di otak janin, untuk menghasilkan lusinan berbagai jenis sel otak.

"Penelitian itu untuk mengembangkan kelainan seperti yang menyebabkan penyakit neurologis," jelas Stat News.

Para peneliti berharap penelitian akan membantu menunjukkan bagaimana otak manusia berkembang secara normal dan dapat mengobatinya ketika ada masalah muncul.

Sebelumnya, organoids manusia tidak bertahan lebih dari lima minggu, ketika nutrisi dan oksigen tidak lagi mencapai sel-sel terdalam mereka.

Baca: Perbaiki Lampu Sorot, Lelaki Ini Kestrum Listrik Tegangan Tinggi, Sebagian Tubuhnya Masuk Kesini

Para ilmuwan menanam organoids otak di piring laboratorium hingga 50 hari, kemudian mengambil sedikit jaringan dari otak tikus untuk memberi ruang bagi implan baru.

Para ilmuwan menutupi transplantasi dengan jendela transparan, dan mengambil implan sekitar 80 persen.

Dalam waktu dua hingga 12 minggu, organ-organ tersebut menerima nutrisi dan oksigen dari jaringan pembuluh darah, dan menumbuhkan neuron baru (termasuk beberapa yang ditemukan di daerah yang sangat spesifik dari korteks manusia).

Ditanamkan pada tikus, organ-organ tersebut bertahan hingga 233 hari, dengan struktur dan pematangan sel yang sama pada bayi yang baru lahir.

Baca: Ditelepon Tak Diangkat, Adik Ipar Lalu Datang dan Mengintip dari Jendela, Tercium Aroma Tak Sedap

Percobaan ini meningkatkan ketakutan bioetika: akankah organ otak manusia mengubah kesadaran atau identitas tikus?

Peneliti dari penelitian ini setidaknya menemukan bahwa tikus laboratorium dengan otak manusia yang kecil sepertinya tidak berbeda dari tikus laboratorium pada umumnya.

Ketika para peneliti memberi tikus sebuah tes ingatan, tikus dengan implan otak manusia membuat lebih sedikit kesalahan, tetapi pada hari kedua, mereka kembali ke perilaku otak tikus biasa. (Adrie P. Saputra/Intisari-online)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved