Ujian Nasional
4 Napi Anak Ikut UN di Rutan Selatpanjang
Sebanyak 4 warga binaan cabang Rutan Selatpanjang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) SMP.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Sesri
Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh BW
TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG - Sebanyak 4 warga binaan cabang Rutan Selatpanjang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) SMP.
Keempat warga binaan yang masih anak-anak tersebut adalah SW, ES, HS dan D.
Sama dengan pelajar SMP sederajat lainnya, pantauan Tribunpekanbaru.com, Senin (23/4/2018), kebanyakan mereka juga memakai seragam putih dongker pada saat mengerjakan soal ujian.
Mereka mengikuti UNKP mata pelajaran Bahasa Indonesia di ruang rutan dan hanya diawasi oleh petugas Rutan.
Kepala Cabang Rutan Selatpanjang, Rio Chaidir melalui Pembimbing Kemasyarakatan, Agus Nirawan mengatakan, sebelum mengikuti UN, pihak Rutan dan Pekerja Sosial (Peksos) sudah menginformasikan ke pihak sekolahnya masing-masing agar keempat Napi anak tersebut didampingi gurunya.
Namun, lantaran besarnya biaya transportasi dan jauhnya lokasi sekolah, pihak sekolah tidak bisa melakukan pendampingan.
Baca: Tak Banyak yang Tahu, Hari Ini Video Pertama Diunggah ke YouTube, Ini Tayangannya
Baca: Ada Kendala Sistem, UNBK di Dumai Tertunda 15 Menit
Baca: UNBK SMP di Pekanbaru Bermasalah, Siswa Tidak Bisa Login, Molor Hingga Satu Jam
"Keempat anak tersebut berasal dari SMP dan MTs di Kecamatan Tasik Putripuyu, lokasinya jauh dari Rutan. Sebab itu pihak sekolah tidak bisa mendampingi mereka saat UN," ujar Agus Nirawan.
Kendati tidak didampingi oleh guru masing-masing, Agus mengaku, proses UN yang mereka gelar di Rutan berjalan lancar.
Sebelum mengikuti UN, keempat Napi anak tersebut juga mendapatkan kesempatan dari Rutan untuk belajar.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, seusai Napi selesai mengerjakan soal, hari itu juga pihak Rutan kembali mengirimkan soal dan lembar jawaban ke pihak sekolahnya masing-masing.
"Begitu soal UN selesai dikerjakan, kami langsung kembalikan soal ke sekolah masing-masing. Kemudian, esok paginya pihak sekolah mengirimkan soal UN lainnya untuk dikerjakan, begitu seterusnya sampai UN selesai," jelas Agus.
Sebelum mereka menggelar UN kata Agus, pada 10 April lalu, pihak Rutan juga sudah menggelar Ujian Akhir Seolah (UAS) bagi keempat Napi anak tersebut.
"Meskipun mereka sebagai Narapidana, namun mereka masih memiliki hak untuk medapatkan dan melanjutkan pendidikan," ujar Agus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/4-napi-anak-ujian-nasional-di-rutan_20180423_134643.jpg)