Ditanya Kabar Revisi Perda Pajak Khusus Pertalite, Begini Jawaban Sekdaprov Riau 

"Seharusnya sudah tuntas untuk evaluasi di Kemendagri nanti akan saya pantau dulu, "ujar Sekda Ahmad Hijazi.

Ditanya Kabar Revisi Perda Pajak Khusus Pertalite, Begini Jawaban Sekdaprov Riau 
ist
pertalite 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

Tribunpekanbaru.com, PEKANBARU- Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi mengatakan saat ini revisi Perda Pajak khusus Pertalite di Kementerian Dalam Negeri akan segera tuntas sesuai jadwalnya maka sudah selesai evaluasi di Kemendagri.

"Seharusnya sudah tuntas untuk evaluasi di Kemendagri nanti akan saya pantau dulu, "ujar Sekda Ahmad Hijazi.

Menurut Ahmad Hijazi setelah proses evaluasi di Kemendagri tuntas maka selanjutnya Perda akan disahkan oleh Dewan Untuk selanjutnya diundangkan oleh Gubernur Riau.

"Begitu sudah tuntas diundangkan maka akan langsung diberlakukan aturannya yang sudah dibuat itu, "ujar Sekda.

Baca: Suka Duka Tim Gabungan 107 Hari Berburu Bonita, Medan Berat hingga Sinyal Jelek Menelpon Keluarga 

Baca: Tak Tahu Benda yang Ditemukannya Sangat Berbahaya, Pria di Rokan Hulu Simpan 2 Besi di Ruang Panel

Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi menyampaikan pihaknya tetap meminta kepada Pertamina agar tidak menyamakan Riau dengan Provinsi lain di Jawa yang sudah terbiasa mengkonsumsi BBM jenis Pertalite.

"Karena di Riau tidak bisa disamakan dengan di Jawa, orang disini masih premium dan belum terbiasa dengan Pertalite. Kan tidak salah diistimewakan Riau sebagai daerah penghasil, "ujar Sekda Ahmad Hijazi pada tribunpekanbaru.com.

Sekda juga menyampaikan meskipun tidak ada kewenangan pemerintah untuk penambahan kuota Premium namun hendaknya Pertamina sebagai operator harus memberikan perhatian yang berbeda dari daerah lain untuk Riau.

"Masyarakat kita masih butuh premium dan upaya yang kita lakukan juga sudah menurunkan pajak Pertalite dan hendaknya penyaluran Premium juga jangan dibatasi ke Riau sebagai BBM yang masih dibutuhkan, "ujarnya.

Baca: Rumah Dukun Aborsi Maita Ternyata Pernah Dibakar Warga tapi Bukan Gara-gara Aktivitas Aborsi 

Baca: Bupati Irwan Siap Ubah Strategi Pembangunan Jika Pertumbuhan Ekonomi 2018 Meranti Melambat 

Sebagaimana diketahui pajak Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite sudah disahkan melalui revisi Perda dari sebelumnya mengambil pajak 10 persen diturunkan menjadi 5 persen.

Dengan demikian harga BBM jenis Pertalite akan lebih murah di Riau dari harga selama ini.(*)

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved