Kepulauan Meranti
Perairan Luas, Peralatan yang Dipakai Nelayan Sudah Cukup Canggih, Namun Tangkapan Minim
Perairan Kepulauan Meranti yang cukup luas ternyata tidak berpengaruh banyak pada produksi ikan tangkapan.
Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Budi Rahmat
Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW
TRIBUNPEKANBARU.COM,SELATPANJANG-Meskipun Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki wilayah perairan yang cukup luas, namun produksi ikan tangkap di Meranti masih minim.
Padahal, hampir setiap tahunnya nelayan Meranti mendapatkan bantuan berupa alat tangkap hingga kapal modern untuk meningkatkan produksi ikan tangkap.
Baca: Komentari Protes Warga Pembagunan Waduk di Rohul, Abdul Wahid: Wajar Terjadi Polemik
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kabid Perikanan Tangkap, Randolph Hutauruk mengungkapkan, produksi perikanan tangkap di Meranti hanya sekitar seribuan ton per tahunnya.
Rendahnya produksi ikan tangkap di perairan Kepulauan Meranti kata Randolph disebabkan banyak faktor.
Baca: Bupati Irwan Siap Ubah Strategi Pembangunan Jika Pertumbuhan Ekonomi 2018 Meranti Melambat
"Produksi ikan tangkap hanya seribuan, angka pastinya saya lupa. Banyak faktor yang sebabkan produksi ikan menurun, mulai dari over fishing hingga daya dukung perairan yang sudah menurun," ujar Randolph, Senin (23/4/2018).
Menurut Randolph, menurunnya daya dukung perairan juga bisa disebabkan oleh limbah sagu yang sengaja dibuang oleh sejumlah pengusaha tepung sagu di Meranti.
Baca: Bripda Annisa Cinthya Medina, Cantiknya Bikin Meleleh, Pengendara Justru Minta Ditilang
Hal itu terbukti pada saat DKP melakukan uji PH air di kawasan yang tercemar limbah.
Di perairan yang tercemar limbah sagu kata Randolph, PH air hanya di angka 5 saja.
"Normalnya ikan hidup sehat di air yang ber-PH 6 sampai 8," ujar Randolph.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/daging-hiu-gergaji-dibagikan_20180121_133952.jpg)