Breaking News:

Korupsi KTP Elektronik

Tidak Hanya 15 Tahun Penjara, Hak Politik Setya Novanto Dicabut Selama. . .

Hak politiknya dicabut selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

Editor: Firmauli Sihaloho
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Setya Novanto saat menghadiri sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018). KPK menduga Setya Novanto melakukan perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek KTP elektronik. 

TRIBUNPEKANBARU.COM Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mencabut hak politik mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Hak politiknya dicabut selama lima tahun setelah selesai menjalani masa pidana.

"Menjatuhkan pidana tambahan mencabut hak terdakwa menduduki jabatan publik lima tahun setelah menjalani masa pidana," ujar hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Novanto divonis 15 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan paket KTP elektronik

Ia dianggap terbukti memperkaya diri sendiri sebesar 7,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 71 miliar (kurs tahun 2010) dari proyek pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Oleh karena itu, ia diwajibkan membayar uang pengganti sebesar 7,3 juta dollar AS dikurangi Rp 5 miliar yang telah dia titipkan ke penyidik.

Jika menggunakan kurs 2010, maka jumlah uang pengganti yang harus diserahkan sekitar Rp 66 miliar.

Baca: VIDEO: Polresra Pekanbaru dan Jajaran Amankan 3.282 Botol Miras

Baca: Inilah Tiga Ponsel Terbaru yang Dirilis, Yuk Intip Spesifikasinya

Baca: Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara, Terbukti Memperkaya Diri, Orang Lain, dan Korporasi

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved