Soal Perpres Tenaga Kerja Asing, Serikat Buruh Nilai Ucapan Prabowo Benar

Saat ini sekitar 9 juta petani tidak punya tanah. Sementara, ada perusahaan besar yang memiliki tanah jutaan hektar.

Soal Perpres Tenaga Kerja Asing, Serikat Buruh Nilai Ucapan Prabowo Benar
Tribun Pekanbaru/ Dodi Vladimir
Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Riau menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Penduduk (Disnakertransduk) Provinsi Riau di jalan Pepaya, Selasa (2/5). Dalam aksinya mereka menuntut penerapan skala upah ditingkat perusahaan, menolak outsourching, stop pelanggaran kebebasan berserikat dan kriminalisasi gerakan aktivis buruh, soal buruh harian lepas dan sebagainya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan mengkritisi keluarnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018.

Perpres tersebut dianggap mengurangi penyerapan tenaga kerja lokal, dan membuka lebar kesempatan bagi tenaga kerja asing.

Muchtar menilai, perpres tersebut bertentangan dengan prinsip keadilan sosial yang selalu digaungkan pemerintah.

Ia lantas mengutip pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyatakan Indonesia diramalkan akan bubar pada 2030.

Baca: 2 Remaja Putri Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Anaknya, Ibu Kandung Pria Difabel Ini Sakit Hati

Baca: Prabowo Tengah Menyiapkan Tongkat Kepemimpinan ke Generasi Muda

"Ada ketidakadilan sosial yang digambarkan Prabowo, sekarang itu saya kira benar," kata Muchtar, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Muchtar mengatakan, saat ini sekitar 9 juta petani tidak punya tanah.

Sementara, menurut dia, ada perusahaan besar yang justru memiliki tanah jutaan hektar, yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Padahal, SBSI telah memupuk harapan pada Joko Widodo semasa baru dicalonkan sebagai Presiden pada 2014 lalu.

Halaman
123
Editor: M Iqbal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved