Dumai

Bahaya, KLHK Temukan Limbah B3 di Dumai

Kepala Gakkum Wilayah II Sumatera Eduwar Hutapea, Jumat (4/5/2018) menerangkan, jika limbah ini merupakan limbah sisa pembakaran batubara.

Bahaya, KLHK Temukan Limbah B3 di Dumai
TribunPekanbaru/MayonalPutra
Ilustrasi limbah B3 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah II Sumatera menemukan lebih dari 5 ribu ton limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di salah satu perusahaan swasta di Kota Dumai, Provinsi Riau.

Limbah ini ditemukan di areal perusahaan tersebut. Perusahaan diketahui merupakan perusahaan pengolah Kepala Sawit.

Kepala Gakkum Wilayah II Sumatera Eduwar Hutapea, Jumat (4/5/2018) menerangkan, jika limbah ini merupakan limbah sisa pembakaran batubara.

"Limbah berbahaya yang kita temukan itu berupa sisa pembakaran batu bara atau fly ash dan 'spent bleaching earth'," ungkapnya pada Tribunpekanbaru.com.

Limbah ini mengandung residu minyak, dan berpotensi mencemari lingkungan. Limbah ini menumpuk di satu lahan tak berizin, dan berpotensi merusak lingkungan.

Baca: Pemasangan Alat Perekam Transaksi di Hotel, Bapenda Segera Koordinasi dengan PHRI

Pihak KLHK sampai saat ini masih terus melakukan pengumpulan data, dan memintai keterangan ahli untuk menganalisa dampak lingkungan.

"Masih terus kita selidiki, dan minta keterangan ahli terkait dampak lingkungan," tandasnya.

Guna memudahkan proses penyelidikan yang dilakukan penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) KLHK, dilakukan penyegelan atas areal tersebut.

Selain itu, pihak KLHK juga telah meminta keterangan pihak perusahaan, dan hasilnya diketahui jika limbah telah ditumpuk di lokasi itu sejak tahun 2012 silam.

"Sudah enam tahun limbah itu di sana, di areal yang tidak memiliki izin," urainya. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved