Pelalawan

Jadi Lumbung Padi di Pelalawan Warga Kuala Kampar Tolak HGU PT TSUM, Dapat Dukungan Anggota DPRD

Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit itu diyakini akan membawa dampak negatif kepada warga.

Jadi Lumbung Padi di Pelalawan Warga Kuala Kampar Tolak HGU PT TSUM, Dapat Dukungan Anggota DPRD
Istimewa
Ilustrasi sawah 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Izin Hak Guna Usaha (HGU) atas nama PT Trisetia Usahamandiri (TSUM) yang terbit di Kecamatan Kuala Kampar mendapat penolakan dari masyarakat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan.

Penolakan disampaikan Said Mashudi, anggota DPRD Pelalawan asal Kuala Kampar.

Ia mengambil sikap tegas dengan menolak izin HGU PT TSUM yang diterbitkan Badan Pertanahan Negara (BPN) di Pulau Penyalai, nama lain Kuala Kampar.

Perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit itu diyakini akan membawa dampak negatif kepada warga.

"Kenapa saya menolak, karena semua masyarakat Kuala Kampar yang terdiri dari enam desa dan satu kelurahan telah menolak. Saya sebagai wakil masyarakat ikut menolak dan saya barisan terdepan," tegas Said Mashudi kepada tribunpelalawan.com, Rabu (9/5/2018).

Sejak informasi mengenaii izin HGU PT TSUM itu beredar di masyarakat, menimbulkan keresahan tersendiri atas masa depan lahan pertanian warga kedepan.

Baca: Kerusuhan Mako Brimob, Polisi Bernegoisasi dengan Tahanan, Apa yang Terjadi?

Baca: Hadapi Persika Kerawang, Semen Padang FC Optimis Lanjutkan Trend Positif di Kandang Sendiri

Baca: Liga 2 PSPS vs Persita Sore Ini, Ada Duet Baru di Lini Depan PSPS Riau

Baca: Mau Nikahkan Anaknya yang Baru Tamat SD, Ibu Ini Pingsan Ijab Kabul Batal karena Ini

Baca: 4 Desa Terancam, Warga Tuntut Penolakan Waduk di Rokan Hulu Meski Masuk Proyek Strategis Nasional

Penduduk Pulau Mendol, sebutan lainnya Kuala Kampat, telah merapatkan barisan untuk berjuang bersama-sama menolak HGU yang dikeluarkan BPN tersebut.

"Kami meminta HGU PT TSUM ditinjau ulang oleh BPN. Ini lahan pertanian dari nenek moyang kami. Sejak saya masih kecil nenek saya sudah nanam padi di Kuala Kampar. Sekarang kok ada HGU perusahaan," tambah anggota Komisi III DPRD.

Politisi Partai Golkar ini mempertimbangan lahan pertanian garapan masyarakat.

Sebab jika dilihat dari peta HGU PT TSUM dari 6.000 hektar lebih, sebagian besar termasuk lahan padi masyarakat yang sudah diolah sejak puluhan tahun.

Otomatis tanah untuk bercocok tanam terancam keberadaannya.

Seperti diketahui, Kecamatan Kuala Kampar selama ini dikenal sebagai lumbung padi di Kabupaten Pelalawan dengan lahan pertanian yang terhampar luas di hampir seluruh desa.

Produksi padi cukup melimpah selama puluhan tahun dan menjadi mata pencaharian pokok masyarakat.

Diberitakan sebelumnya sertpikat HGU yang diterbitkan Badan Pertanahan Negera (BPN) itu atas nama PT Trisetia Usahamandiri (TSUM). Luas izin HGU PT TSUM mencapai 6.055,77 hektar yang meliputi Desa Teluk Dalam, Desa Teluk, Desa Teluk Beringin, dan Desa Teluk Bakau.(*)

Baca: Tak Hanya Warga Biasa, Para Datuk Desa Cipang pun Suarakan Penolakan Waduk di Rokan Hulu

Baca: 5 Fakta Cewek yang Lagi Ujian SBMPTN Melahirkan di Toilet & Balik ke Kelas, Bikin Geger!

Baca: Sampaikan Orasi Tolak Waduk Lompatan Harimau, Pemuka Adat Rokan Hulu Teteskan Air Mata

Penulis: johanes
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved