Polda Riau Periksa Tersangka dan Verifikasi Bukti Dugaan Tipikor Bansos Bengkalis

Penyidik DitresKrimsus Polda Riau terus melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana Bansos Hibah Pemkab Bengkalis

Polda Riau Periksa Tersangka dan Verifikasi Bukti Dugaan Tipikor Bansos Bengkalis
ist
ilustrasi korupsi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau terus melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana Bantuan sosial (Bansos) Hibah Pemkab Bengkalis tahun anggaran 2012 silam.

Penyidik telah memeriksa dua orang tersangka yang merupakan mantan anggota DPRD Bengkalis dengan statusnya sebagai tersangka. Pendidik Polda Riau sudah mengantongi barang bukti.

Barang bukti ini juga tidak berbeda dari barang bukti dalam kasus yang sama yang menyeret dua mantan ketua DPRD Bengkalis serta sejumlah nama legislatornya kala itu, dan mantan Bupati, Herliyan Saleh serta stafnya.

Baca: ASN di Siak Ini Ditetapkan Panwaslu Langgar Netralitas pada Pilgubri

"Tersangka sudah kita periksa. Ini dalam proses verifikasi bujti-bukti. Kan buktinya sama debgan tersangka terdahulu," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau, Kombes pol Gidion Arif Setiawan, Jumat (18/5/2018).

Barang bukti juga termasuk hasil pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau. "Verifikasi pembuktian, terus BPKP juga," lanjutnya.

Dia juga menyebut, untuk dua orang tersangka baru itu yakni anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014. Hanya saja, dia tak menyebut nama ataupun inisialnya.

Baca: Pengemis Ditemukan Tewas di Mobilnya, Ada Uang Rp 46 Juta dan Tabungan Rp 1,6 Miliar

Dari informasi yang dihimpun, seorang yang menjadi tersangka dalam perkara yang telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp 31 miliar ini, berinisial Y, dan telah menjalani pemeriksaan.

Penetapan tersangka itu merupakan tindak lanjut dari surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau.

Sementara itu, dalam proses hukum sebelumnya, terdapat delapan orang pesakitan yang menjalani persidangan. Mereka dalah mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, Heru Wahyudi, selanjutnya mantan anggota DPRD Bengkalis, Purboyo, Hidayat Tagor, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi.

Baca: Ketika Najwa Shihab Kaget Mendengar Penjelasan Kapolri Tito Karnavian Tentang Hal Ini. .!

Selain itu, juga terdapat nama mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Dalam perkara ini diketahui terdapat kerugian negara senilai Rp 31.357.740.000. Angka tersebut berdasarkan Laporan Hasil Audit yang dilakukan BPKP Riau.

Dugaan tipikor ini terjadi pada 2012 silam. Saat itu, Pemkab Bengkalis mengalokasikan anggaran Rp 230 miliar untuk dana hibah atau bantuan sosial. Dana tersebut disalurkan tidak pada peruntukkannya atau fiktif. Dalam pengalokasiannya ditemukan dua ribu lebih proposal dari lembaga sosial fiktif yang dilakukan secara berjemaah oleh oknum legislator.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved