Rabu, 15 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ramadan 1439 H

Untuk Kenyamanan Warga Dewan Minta Sidak Takjil Digelar Tiap Hari di Pasar Ramadan Berbeda

Diharapkan, Pemko bersama BPOM juga turun ke lokasi tersebut, sehingga masyarakat benar-benar nyaman.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Afrizal
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Petugas di dalam mobil laboratorium keliling Balai Besar POM Pekanbaru melakukan uji cepat takjil berbuka puasa di Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Minggu (4/6/2017). Setelah menguji 56 sampel dari 328 makanan dan minuman berbuka puasa yang dijajakan di berbagai tempat, hasilnya sebanyak 14 persen mengandung bahan berbahaya. Kegiatan yang merupakan bagian dari mengkampanyekan makanan yang aman untuk dikonsumsi tersebut juga merupakan agenda untuk memeriahkan pekan Pancasila. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru,  Syafruddin Mirohi

Tribunpekanbaru.com, PEKANBARU- Sidak perdana yang dilakukan Pemko Pekanbaru BPOM, ke pasar takjil di Jalan WR Supratman Gobah, diharapkan kalangan dewan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Sebab, diduga di beberapa Pasar Ramadhan lainnya, dijual bebas makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga perlu dilakukan pengecekan takjil.

Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Yusrizal SH, Jumat (18/5/2018) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Pemko tersebut.

Namun yang pelu digarisbawahi, bahwa pedagang takjil banyak tersebar di Kota Pekanbaru.

Baca: Selain Tak Dianjurkan Rasul, Bahaya Stroke Ternyata Mengintai Bila Langsung Tidur Habis Sahur

Baca: Alami Mimpi Basah di Bulan Puasa. Mandi Junub Dulu atau Langsung Santap Sahur?

Seperti halnya di sekitaran Pasar Sukaramai, Pasar Kodim, Simpang Tiga, di beberapa titik Jalan Subrantas Panam, Jalan Delima dan sejumlah jalur lainnya.

Diharapkan, Pemko bersama BPOM juga turun ke lokasi tersebut, sehingga masyarakat benar-benar nyaman.

"Makanya, kita minta tiap hari dilakukan Sidak ini. Tapi tempatnya diacak aja. Kita melakukan ini semata-mata untuk keamanan dan jaminan kesehatan masyarakat saja," tegas Yusrizal kepada Tribunpekanbaru.com.

Dijelaskan Politisi PKB ini, makanan dan minuman takjil yang dijual, tidak hanya berwarna mencolok saja.

Baca: Mudah dan Cepat Disajikan Saat Berbuka Puasa, Intip Bahan dan Cara Buat Bubur Candil Hijau

Baca: Segini Target PAD dari Sektor PBB, Dewan: Bapenda Harus Lakukan Terobosan

Tapi makanan dan minuman yang dikemas lama, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat.

"Kita harapkan masyarakat juga waspada. Jangan beli sembarangan. Demikian halnya pedagang, jangan demi mencari keuntungan, namun masyarakat lain dirugikan. Kita wanti-wanti, lambat laun juga akan ketahuan, mana pedagang yang benar-benar murni, mana yang pakai bahan pengawet," sarannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved