Mapolda Riau Diserang

Keluarga Minta Izin Kades, Begini Jalannya Pemakaman Jasad Teroris Penyerang Polda Riau 

Amin mengaku sempat bimbang. Ia khawatir akan terjadi penolakan dari warga seperti yang diterjadi terhadap jasad teroris di Surabaya.

Keluarga Minta Izin Kades, Begini Jalannya Pemakaman Jasad Teroris Penyerang Polda Riau 
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Suasana pemakaman satu terduga teroris di kawasan Pemakaman Umum Bukit Batreem, Kota Dumai, Sabtu (19/5/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Empat jenazah teroris yang beraksi di Mapolda Riau telah dijemput masing-masing keluarga mereka.

Jenazah Mursalin alias Pak Ngah, Suwardi, Adi Sufiyan, dan Abu Daud dibawa keluarga dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Sabtu (19/5) dini hari.

Selanjutnya, keempat jenazah dibawa keluarga ke Dumai dan Bengkalis untuk dimakamkan.

Pak Ngah dimakamkan di Bengkalis, sedangkan tiga lainnya dimakamkan pihak keluarga di Dumai.

Jenazah Pak Ngah dimakamkan keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Bengkalis.

Baca: Satu Bulan Pesawat Susi Air dari Bandara Japura Tak Beroperasi, Ini Sebabnya

Sebelum dimakamkan sekitar pukul 09.00, jasadnya sempat di salatkan di rumah orangtuanya yang tidak jauh dari tempat pemakaman.

Pak Ngah dimakamkan di Desa Pasiran atas permintaan keluarga. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Pasiran, Amin, kepada Tribun usai pemakaman.

Diceritakan Amin, awalnya pihak keluarga, mendatangi dirinya untuk meminta izin agar Mursalin bisa dimakamkan di Desa Pasiran.

Mendapat permintaan pihak keluarga, Amin mengaku sempat bimbang.

Ia khawatir akan terjadi penolakan dari warga seperti yang diterjadi terhadap jasad teroris di Surabaya.

Halaman
1234
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved