Eksklusif
BBPOM Pekanbaru Temukan Boraks Dalam Mie Basah Saat Sidak Jajanan Takjil Pasar Ramadhan
BBPOM mendapati mie kuning basah mengandung boraks setelah dilakukan uji laboratorium 28 sampel takjil dari beberapa Pasar Ramadan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Masyarakat diimbau berhati-hati dan lebih teliti saat membeli makanan atau jajanan takjil untuk berbuka berpuasa.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, menemukan sejumlah produk makanan yang positif mengandung boraks.
Di Kota Dumai, Tim BBPOM Pekanbaru, Disperindag dan Dinas Kesehatan setempat, mendapati mie kuning basah mengandung boraks setelah dilakukan uji laboratorium 28 sampel takjil dari beberapa Pasar Ramadan, Kamis (24/5/2018) petang.
Baca: Dua Hari Pemeriksaan Bahan Makanan di Pelalawan, BBPOM Pekanbaru Temukan Ini
Tim gabungan ini mengambil sejumlah sampel takjil, seperti mie kuning, cendol, kue basah, gorengan, pisang cokelat, martanak mini dan kue lapis.
Hasilnya, selain mie kuning, takjil lainnya bebas dari zat pengawet yang bisa membahayakan kesehatan.
BBPOM Pekanbaru merekomendasikan kepada Dinas Kesehatan Dumai dan Dinas Perdagangan Dumai menelusuri produsen mie basah yang positif mengandung boraks tersebut.
Produsen harus mendapat penindakan tegas atas perbuatannya.
"Bila sudah pernah dibina ya diperingatkan. Kalau memang sudah pernah diperingatkan, tindak tegas saja," ujar Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan BBPOM Pekanbaru, Syarmida kepada Tribunpekanbaru.com.
Baca: BBPOM akan Periksa Makanan di Pasar Ramadan Meranti, Disperindag Bilang Belum Terima Surat
Menurutnya, produsen bisa saja terjerat pidana karena ulahnya.
Mereka sudah sengaja mencampurkan zat berbahaya di dalam makanan.
Perbuatan mereka membahayakan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi pangan bercampur boraks tersebut.
Meski mayoritas sampel takjil negatif mengandung zat berbahaya, Syarmida, menegaskan, pihaknya tidak akan lengah mengawasi peredaran makanan selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti.
Baca: Usai Banting Mohamed Salah Hingga Cidera, Warganet Sebut Ramos Seorang Pegulat
BBPOM juga mengawasi peredaran produk makanan kemasan yang kadaluarsa dan tanpa izin edar.
Selain di Dumai, makanan yang juga positif mengandung boraks juga ditemukan di Pekanbaru.
Temuan tersebut terungkap setelah melakukan uji terhadap 30 sampel makanan.
Dari seluruh sampel yang diuji, ditemukan satu jenis makanan jenis kerupuk kulit yang positif mengandung boraks.
"Kita bersama BPOM sedang mendalami dari mana kandungan boraks ini dicampurkan. Apakah dari penjual kerupuknya, atau memang dari pelaku usaha yang memproduksi kerupuk kulit itu," kata Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (24/5/2018).
Baca: Temukan Boraks pada Kerupuk Nasi di Pasar Ramadhan Sail, Ini Dia Sikap Disperindag Pekanbaru
Sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku yang menambahkan zat berbahaya ini ke dalam makanan.
Namun pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPOM untuk mengusut temuan ini sampai tuntas.
Sebab penggunaan boraks dalam makanan jelas dilarang karena bisa membahayakan kesehatan manusia.
"Apapun alasanya, pengunaan boraks dalam makanan itu jelas melanggar aturan. Kita juga akan telusuri dari mana pelaku ini mendapatkan boraksnya. Karena untuk membeli boraks itu kan tidak bisa sembarangan," imbuhnya.
Saat disinggung apa sebenarnya tujuan dari pelaku yang nekat mencampurkan boraks ke dalam makanan jenis kerupuk nasi, Ingot mengungkapkan beberapa kemungkinan.
Selain agar awet bisa saja pengunaan boraks tersebut agar kerupuk menjadi renyah.
"Tapi ini kawan-kawan BPOM-lah yang paham. Yang jelas boraks ini termasuk zat berbahaya dan dilarang dicampurkan ke makanan," ujarnya. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/smg/fer/uha/rzk/dri/dni)
Di daerah mana sajakah BBPOM menemukan makanan yang mengandung zat berbahaya? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru EDISI HARI INI.