Breaking News:

Eksklusif

Bisa Rusak Hati Hingga Timbulkan Kanker, Ini Dia Bahaya Boraks Bagi Tubuh

Boraks dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dinyatakan bahan berbahaya dan beracun dan dilarang digunakan dalam pembuatan makanan.

Editor: harismanto
Foto/Tribun Manado

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldy Saragih, mengungkapkan, makanan jenis kerupuk yang mengandung boraks di Pasar Ramadan Kecamatan Sail sangat berbahaya jika terus menerus dikonsumsi oleh masyarakat.

Dampaknya bagi kesehatan dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kanker.

Zaini mengingatkan agar masyarakat bisa lebih selektif membeli jajanan berbuka puasa untuk menghindari makanan yang dapat mengganggu kesehatan.

Baca: BBPOM Pekanbaru Temukan Boraks Dalam Mie Basah Saat Sidak Jajanan Takjil Pasar Ramadhan

"Apalagi sekarang ini Pasar Ramadan bermunculan di beberapa titik, beragam makanan yang dijual, maka kami mengimbau warga lebih selektif memilih menu yang lebih sehat dikonsumsi," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.

"Kami tidak bisa melarang orang berjualan ataupun warga yang membeli, kami hanya bisa memberikan imbauan dalam rangka memilih menu yang sehat untuk berbuka puasa," imbuhnya.

Pihaknya menyarankan warga menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet karena secara kesehatan tidak direkomendasikan.

Baca: Usai Banting Mohamed Salah Hingga Cidera, Warganet Sebut Ramos Seorang Pegulat

Boraks adalah salah satu zat pengawet yang dilarang digunakan untuk makanan.

Umumnya boraks digunakan dalam berbagai produk misalnya pada produk pembersih, insektisida, fungisida, herbisida, detergen, bahan tambahan dalam pembuatan kaca, keramik, serta boraks juga dapat dilarutkan di dalam air dan digunakan untuk membersihkan emas dan perak.

Boraks dalam peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dinyatakan bahan berbahaya dan beracun, dan dilarang untuk digunakan dalam pembuatan makanan.

Efek negatif yang ditimbulkan dapat berjalan lama meskipun yang digunakan dalam jumlah sedikit.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved