Breaking News:

Bengkalis

Dalam CPU Ditemukan Sabu, Polisi Meranti Ini Harus Lewati Persidangan, Kuasa Hukum Sebut Begini

Dalam CPU Komputer ditemukan sabu-sabu, Personel Polisi ini terpaksa jalani sidang. Namun kuasa hukum sebut kliennya di kriminalisasi

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Budi Rahmat
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS -Richie Fernando Pasaribu seorang anggota personil Polres Meranti terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Bengkalis.

Polisi berpangkat Bripka ini merasa tidak bersalah terhadap kasus yang menimpanya.

Diungkap Kuasa Hukumnya Roland Pangaribuan SH dan Roby Mardiko SH, kasus kliennya bermula saat Richie yang bertugas di Satnarkoba Polres Meranti mengantarkan CPU kerjanya ke sebuah toko servis komputer.

Baca: Libatkan Mantan Bupati dan Anggota DPRD Bengkalis, Ini Perkembangan Terbaru Kasus Tipikor Bansos

Saat mengantarkan CPU tersebut kliennya di dampingi dua orang rekannya.

"CPU tersebut diantarnya ke toko milik seorang bernama Abun. Kemudian karena di servis CPU tersebut di tinggal di toko," ungkap.Roland.

Lanjut Roland, saat melakukan servis tersebut memilik toko membongkar CPU tersebut.

Setelah dibongkar pemilik toko menemukan paket sabu ukuran kecil.

"Namun saat membongkar CPU tersebut Abun pemilik toko sendirian. Kemudian memanggil abangnya Asen untuk melihat temuan tersebut," kata Roland.

Baca: Kejari Bengkalis Berikan Penyuluhan Hukum dan TP4D di Kecamatan Bukit Batu

Roland mengatakan, pihaknya merasa ada kejanggalan terjadi setelah penemuan narkoba tersebut, Abun tidak melaporkan langsung ke Satnarkoba Polres Meranti.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved