Agam

Hujan Lebat di Sumbar Berakibat Banjir, Bocah 4 Tahun Tewas Tertimbun Longsor di Wilayah Agam

Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor

Hujan Lebat di Sumbar Berakibat Banjir, Bocah 4 Tahun Tewas Tertimbun Longsor di Wilayah Agam
ist
Seorang anak berusia 4 tahun bernama Ahmad Mufadel Afif, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing setinggi 5 meter yang ada di dekat rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB. 

Laporan Kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara.

Bahkan di Baso, tepatnya di kawasan Kasiak, Jorong Baruah, Nagari Padang Tarok, seorang anak berusia 4 tahun bernama Ahmad Mufadel Afif, meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing setinggi 5 meter yang ada di dekat rumahnya sekitar pukul 11.30 WIB.

Baca: FKIK-SP Berbagi Pabukoan dan Mukena untuk Masjid dan Panti Asuhan di Kota Padang

Operator Pusdalops BPBD Agam Lukhman Syahputra mengatakan, korban terimbun longsor saat bermain di dekat nenek korban yang sedang mengambil pasir. Lokasi pengambilan pasir dengan tempat korban bermain berrjarak lebih kurang 5 meter.

"Nenek korban awalnya sudah menyuruh korban untuk pulang, tetapi korban masih ingin bermain. Namun nahas, tiba-tiba tebing yang ada di dekat korban bermain runtuh dan menimbun korban," kata Lukman saat dihubungi tribunpadang.com dari Padang, Minggu (26/5/2018).

Baca: Pemko Padang Raih Penghargaan WTP 4 Kali Berturut-turut

Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara.
Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara. (ist)

BPBD Kabaupaten Agam yang mendapat laporan terjadinya longsor yang menimbun korban, lanjut Lukhman, kemudian langsung melakukan koordinasi dengan relawan PMI. Dibantu masyarakat sekitar, BPBD dan PMI kemudian melakukan upaya pencarian.

Baca: Presiden Jokowi Resmikan Kereta Api Bandara Minangkabau Ekspres, Padang-BIM Hanya 40 Menit

"Namun sayangnya, saat korban ditemukan, ternyata korban sudah meninggal dunia. Jasad korban kemudian kami bawa ke Puskesmas Baso untuk dibersihkan, dan setelah itu baru dibawa ke rumah duka," ujarnya.

Selian longsor, banjir yang terjadi di Sungai Pua, Bukit Malintang dan di Tanjung Mutiara, hingga Minggu sore sudah surut. Meski tak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta. Sebab, banyak harta benda masyarakat yang rusak direndam banjir.

Baca: Hadir di Padang Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Sebut Kabar Terbaru Revisi UU Pemberantasan Terorisme

Dijelaskan Lukhman, banjir di Sungai Pua, terjadi pukul 21.00 WIB, tepatnya di Nagari Palano. Banjir tersebut, disebabkan oleh meluapnya air dari drainase ke pemukiman masyarakat. Ketinggian air mencapai hampir 1 meter.

Sementara itu, banjir yang terjadi di Bukit Malintang, juga menyebabkan jalan penghubung di daerah tersebut putus total, sehingga tidak dapat dilewati kendaraan apapun. "Jalan tersebut diketahui putus sekitar pukul 21.30 WIB," bebernya.

Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara.
Hujan lebat yang terjadi di sebagian wilayah di Sumatera Barat, sejak Sabtu (26/5/2018) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, yaitu di Baso, Sungai Puar dan Tanjung Mutiara. (ist)

Sedangkan banjir di Mutiara Agam, terjadi di Jorong Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan sekitar pukul 23.00 WIB. Keinggian air di daerah tersebut, juga mencapai satu meter. Satgas BPBD Agam, telah melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak banjir.

Baca: Rukhyatul Hilal, Kemenag dan BMKG Padang Panjang Belum Lihat Hilal

"Sebagian masyarakat yang terdampak banjir sempat dievakuasi ke lokasi yang aman dari banjir. Namun pada Minggu pagi tadi, mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing, karena kondisi air sudah surut," pungkasnya.(*)

Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved