Breaking News:

Pemko Pekanbaru akan Cabut Izin Tempat Hiburan Malam yang Masih Buka di Bulan Ramadhan

"Kalau ada yang buka, silahkan laporkan ke kami. Nanti tim akan bergerak cepat mengambil tindakan tegas dengan memberikan saksi penutupan," kata Sekda

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: harismanto
Istimewa
Satpol PP Pekanbaru merazia sejumlah tempat hiburan malam, warnet dan panti pijat yang ada di Pekanbaru, Selasa (22/5/2018) malam. 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku usaha hiburan malam yang nekat buka selama bulan ramadhan ini.

Tidak main-main, jika ditemukan ada yang masin, Pemko akan menutup paksa dan mencabut izin usaha tempat hiburan malam tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru M Noer MBS, menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan main-main terhadap pelaku usaha hiburan malam yang membandel.

Baca: Tempat Hiburan Malam Dilarang Beroperasi Selama Ramadan, 3 Lokasi Dirazia Polisi, Ini Hasilnya

Sebab setiap tahun memang tempat hiburan malam di kota bertuah ini dilarang untuk beroperasi.

"Kalau ada yang buka, silahkan laporkan ke kami. Nanti tim akan turun. Kita kan ada tim terpadu termasuk didalamnya ada Muspida yang akan bergerak cepat mengambil tindakan tegas dengan memberikan saksi penutupan," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, akhir pekan lalu.

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

Sehingga sangat dibutuhkan peran serta masyarakat dalam mengawasi tempat hiburan malam, panti pijat, karoeke, rumah makan atau warnet yang buka di luar ketentuan yang sudah ditetapkan.

Baca: Terapkan Pola Makan Sehat Selama Ramadhan, Hindari 4 Jenis Makanan Ini Saat Sahur dan Berbuka

"Kalau ada laporan masuk tentu kita pastikan kebenaran dari laporan tersebut, dan segera mengambil tindakan tentang keputusan yang harus diambil," katanya.

M Noer menginstruksikan kepada Satpol PP Pekanbaru untuk memperketat pengawasan tempat hiburan malam yang disinyalir masih membandel.

Jika ditemukan masuk beroperasi maka harus diberikan sanksi tegas.

"Nanti akan dijadwalkan, kapan waktunya, dimana-mana saja, nanti dari temuan jika terbukti masih ada yang buka, ya langsung kita tutup," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved