Breaking News:

Eksklusif

Tak Semua Pedagang Makanan Curang, Ini Dia Respon Warga Terhadap Temuan Boraks di Pasar Ramadhan

"Tak semua penjual juga yang berperilaku jahat dengan mencampur zat berbahaya pada jajanan yang ia jual," kata Anis, warga Simpang Tiga

Editor: harismanto
Tribundumai.com/Fernando Sikumbang
Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Paisal tampak memimpin langsung pengambilan sampel tajil dan makanan di pasar ramadhan Jalan Syech Umar, Kota Dumai, Jumat (18/5/2018). Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setiap bulan Ramadhan, seringkali ditemukan jajanan takjil yang dijual sebagai menu berbuka puasa mengandung zat berbahaya. Khususnya jajanan yang dijual di pasar-pasar Ramadan.

Meski temuan-temuan itu telah terbukti lewat penelitian laboratorium, tetapi tak semua masyarakat khawatir dan masih memilih Pasar Ramadan sebagai tempat membeli jajanan untuk berbuka puasa.

Anis, ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Simpang Tiga ini menjelaskan, ia sering memilih Pasar Ramadan sebagai lokasi berbelanja jajanan berbuka, dikarenakan jenis-jenis makanan ataupun minuman yang tersedia sangat beragam.

Baca: BBPOM Pekanbaru Temukan Boraks Dalam Mie Basah Saat Sidak Jajanan Takjil Pasar Ramadhan

Anis sama sekali tak merasa khawatir atas isu jajanan yang mengandung zat berbahaya.

Sebab menurutnya, tak semua penjual akan mencoba bertindak curang dalam berjualan.

"Tak semua penjual juga yang berperilaku jahat dengan mencampur zat berbahaya pada jajanan yang ia jual. Saya sendiri menilai dari seribu orang, cuma satu yang mau bertindak curang dalam berjualan, jadi tak harus takut belanja makanan dan minuman untuk berbuka," jelas Anis kepada Tribunpekanbaru.com.

Di tempat lain, Tika mengaku, cukup sering dan bahkan hampir setiap hari membeli makanan untuk buka puasa di pasar-pasar Ramadan, ataupun tempat-tempat lain yang menjadi lokasi dijualnya jajanan tersebut.

Baca: Bisa Rusak Hati Hingga Timbulkan Kanker, Ini Dia Bahaya Boraks Bagi Tubuh

Alasan perempuan yang tinggal di sekitar wilayah Tampan Pekanbaru itu begitu doyan berbelanja dan membeli jajanan di Pasar Ramadan untuk disantap saat waktu berbuka tiba, karena dijual lebih murah, pilihan lebih banyak, beragam rasa, dan lain sebagainya.

Banyaknya jenis makanan yang dijual, membuat Tika seringkali membeli menu buka puasa dengan jumlah lebih dari satu jenis.

"Kalau kita bikin sendiri pastinya terbatas ya, dan kita gak bisa bikin dengan berbagai macam jenis, atau hanya bisa bikin satu jenis saja. Bisa aja kita bikin dengan berbagai jenis, tapi pastinya ada biaya tambahan lagi. Dan biasanya kalau bikin sendiri itu, tiap jenis makanan yang dibikin pasti jumlahnya banyak, kadang-kadang juga gak habis, jadinya mubazir, jadi memang lebih baik beli yang sudah jadi," papar Tika.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved