Breaking News:

Kejati Riau Belum Menerima SPDP Dugaan Tipikor Pajak Ranmor

Dalam perkara ini diketahui penyidik DitresKrimsus Polda Riau telah menerima perhitungan hasil kerugian negara.

Kompas.cpm
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau belum menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi dugaan penyelewengan pajak kendaraan bermotor pada penerbitan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) di Sistem Pelayanan Satu Atap (Samsat), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau.

"Belum ada kita terima SPDP-nya," ucap Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Subekhan senin (28/5/2018) dikutip Tribunpekanbaru.com.

Dalam perkara ini diketahui penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau telah menerima perhitungan hasil kerugian negara.

Kasus ini dulu sempat mangkrak di Polda Riau, dan Kejati mengembalikan SPDP nya karena tidak kunjung dilimpahkan tahap I kepada jaksa peneliti.

Baca: Tak Hanya Usir Kantuk, Ternyata Ini Lho 7 Manfaat Tidur Siang Saat Puasa

Kini penyidik polda kembali melanjutkan proses penyidikannya.

"Dulu sudah pernah kita kembalikan SPDP-nya, tetapi yang baru ini belum ada (SPDP-nya)," lanjutnya.

Sementara itu, sebelumnya Polda Riau mengungkapkan jika proses penyidikan terus berlanjut, dan kini penyidik sedang memeriksa ahli atas hasil audit perhitungan kerugian negara oleh BPKP.

Terdapat dua orang tersangka dalam kasus ini.

Dugaan kasus korupsi ini mulai mencuat pada tahun 2016 lalu yang mana sekitar 400 mobil memiliki Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) tanpa izin atau tidak wajar dari Direktorat Lalu Lintas Polda Riau.

Halaman
12
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved