Terkait Besaran Penghasilan BPIP, Fadli Zon: Aneh Jika Mereka Tidak Menolak Gaji Ini

Fadli menilai seharusnya keberadaan Dewan Pengarah tidak memiliki fungsi yang berarti terkait jalannya suatu kelembagaan.

Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Hotel Ima Kupang, NTT, Selasa (31/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Menanggapi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 mengenai besaran gaji yang diterima para pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengkritisi gaji yang diterima Dewan Pengarah lembaga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa jabatan tersebut hanya merupakan anggota kehormatan saja. Keberadaan Dewan Pengarah dianggap sebagai 'peminjaman' wibawa saja bagi suatu lembaga.

“Dewan Pengarah, sesuai dengan namanya, seharusnya lebih berupa anggota kehormatan, atau orang-orang yang dipinjam wibawanya saja," ujar Fadli, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/5/2018).

Fadli menilai seharusnya keberadaan Dewan Pengarah tidak memiliki fungsi yang berarti terkait jalannya suatu kelembagaan.

Baca: Deretan Foto Transformasi Seorang Transgender Filipina, Jangan Sampai Baperan Yaah. . .

Baca: Ada Isyarat Mutasi Pejabat Lagi dari Bupati Harris, Tahap Selanjutnya Usai Lebaran

Baca: Bos Red Bull Racing Samakan Daniel Ricciardo dengan Legenda F1 Michael Schumacher Saat 1994

Baca: VIDEO: Imigrasi Dumai Periksa Dua TKA Ilegal asal China

"Jadi, mereka seharusnya tak punya fungsi eksekutif sama sekali," jelas Fadli.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra itu pun menganggap aneh saat mengetahui bahwa ternyata hak penghasilan yang diatur dalam Perpres tersebut menyatakan bahwa besaran gaji Dewan Pengarah BPIP jauh lebih besar dibandingkan Kepala BPIP.

Hal itu karena yang menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam lembaga tersebut adalah Kepala BPIP dan pejabat dibawahnya.

"Aneh sekali jika mereka kemudian digaji lebih besar daripada pejabat eksekutif BPIP," kata Fadli.

Lebih lanjut Fadli menyindir 'aneh' jika jajaran pejabat Dewan Pengarah tidak melakukan penolakan terhadap struktur gaji yang juga ternyata melebihi gaji Presiden dan Wakil Presiden RI.

Baca: Masa Depan Cristiano Ronaldo Setelah Liga Champions, Ada PSG dan Manchester United atau. . .

Baca: 4 Paket Buka Puasa Er Coffee Keude Kupi Ini Bisa Jadi Pilihan, Harga Disubsidi

Baca: Ingin Balas Dendam dan Pelajari Merakit Bom, Siapa Sangka Begini Kondisi Putra Amrozi

Baca: Didominasi Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale Inilah 10 Gol Terbaik Liga Champions 2017-2018 

Halaman
123
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved