Indragiri Hilir

Kepala Sekolah Merangkap Guru Kelas, Fenomena Jamak yang Harus Dijalani Guru di Inhil

Ada angin segar saat Guru Garis Depan masuk ke Kabupaten Inhil, tetapi tetap belum bisa mengatasi kekurangan guru yang ada,

Kepala Sekolah Merangkap Guru Kelas, Fenomena Jamak yang Harus Dijalani Guru di Inhil
Tribunnews.com
Ilustrasi guru sedang mengajar 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com, T. Muhammad Fadhli.

TRIBUMTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN– Menanggapi keadaan Bambang Irawan (52), seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil, Drs. Rudiansyah, M.Si melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Fathurrahman, S.Ag, mengaku keadaan seperti itu juga dialami di beberapa SD di Kabupaten Inhil.

“Saat ini guru – guru yang sendiri itu memang ada beberapa lokasi, seperti di Kecamatan Mandah, Kepala sekolah merangkap guru. Rata – rata 1 atau 2 guru PNS, selebihnya dia nambah guru honor,” ujar Fathurrahman, Kamis (31/5/2018).

Namun untuk kasus Bambang yang sudah memasuki usia pensiun, dikatakan Fathurahman, Disdik Inhil akan upayakan mencari pengganti Kepala Sekolah yang diambil dari daerah terdekat untuk menggantikan, jika memang belum ada penambahan guru di Sekolah tersebut nantinya.

Baca: Tidak Hanya Kekurangan Guru, Disdik Inhil Juga Akui Kewalahan Atasi Pemerataan Guru

Baca: Inilah Penjelasan Sri Mulyani Terkait THR Pegawai Honorer Pemda dan Guru Daerah

“Yang jelas kita penempatan guru ke sana itukan penambahan guru tidak ada lagi, penerimaan CPNS sampai hari ini belum ada. Kita akan upayakan mencari penggantinya tentu yang terdekat dengan sekolah. Kendala di daerah sulit dengan jumlah siswa yang sedikit, memang payah kita menempatkan orang yang mau tugas disitu,” ujarnya.

Menurut Fathurrahman, dilema memang kerap terjadi bagi sekolah – sekolah Dasar Negeri di daerah sulit atau terpencil di Inhil, meskipun memiliki jumlah yang murid yang sedikit di tiap desanya, namun sekolah – sekolah tersebut juga tidak mungkin untuk digabung dengan sekolah – sekolah lainnya yang juga memiliki murid sedikit.

“Mau dimerger (Gabung), kendalanya transportasi anak dari satu desa ke desa ini agak sulit, jadi mau tidak mau kita biarkan terus sekolah ini ada, walaupun dengan jumlah siswa yang tidak layak lagi di bawah 20 orang,” tukasnya.

Ada angin segar saat Guru Garis Depan masuk ke Kabupaten Inhil, tetapi tetap belum bisa mengatasi kekurangan guru yang ada, terutama di daerah sulit dan terpencil.

“Saya ajukan 163 orang GGD untuk 4 Kecamatan terluar di utara Inhil, yaitu Kecamatan Pelangiran, Teluk Belengkong, Pulau Burung dan Kateman, tapi kuota untuk kita inhil cuma 36,” tukas Fathurahman.

Untuk kedepannya, Fathurrahman menyatakan, Disdik Inhil tidak akan lagi menambah guru untuk Kecamatan Tembilahan Kota, Tembilahan Hulu, Kempas, Tempuling Dan Batang Tuaka.

“Bila ada penerimaan lagi, daerah ini masuk daftar merah tidak akan kita tambah (guru). Kecamatan ini tidak menjadi prioritas kita,” imbuhnya.

Baca: Ini Cerita Warga Hadapi Buruknya Jalan di Perbatasan Kampar-Rohul

Baca: Tidak Hanya Sekali, BKSDA Rengat Catat Sejumlah Kejadian Penampakan Harimau di Inhu

Untuk diketahui, Bambang Irawan (52), seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 Desa Sungai Danai yang hanya bertugas mengurusi sekolah dan mengajar siswanya seorang diri.

Tidak hanya menjadi kepala sekolah, Bambang juga menjadi guru kelas 1 sampai 6, guru olahraga dan mengurusi persoalan sekolah lainnya.

Meskipun sudah mencoba merekrut tenaga honor untuk sekolah, namun tidak ada yang berminat menjadi guru honor di sekolah yang dipimpinnya itu.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved