Ahli Teknik Sebut Kerugian Negara dalam Pembangunan RTH Kaca Mayang Rp 40 Ribu

Hasil pemeriksaan teknis terhadap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang mengungkap fakta menarik.

Ahli Teknik Sebut Kerugian Negara dalam Pembangunan RTH Kaca Mayang Rp 40 Ribu
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Saksi ahli didampingi Pihak Kejaksaan Tinggi Riau melakukan pemeriksaan fisik terhadap Ruang Terbuka Hijau Putri Kaca Mayang, Jalan Sudirman Pekanbaru, Selasa (27/2/2018). Pemeriksaan itu merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RTH tersebut. Namun belum ada tersangka dalam kasus yang masih dalam tahap penyidikan tersebut. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Hasil pemeriksaan teknis terhadap pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaca Mayang mengungkap fakta menarik.

Ahli yang turun ke lokasi belum lama ini melakukan pengecekkan fisik pembangunan RTH yang berasa tepat di tengah Kota Pekanbaru tersebut merampungkan pemeriksaannya.

Baca: BLP Barang dan Jasa Setda Rohul: Terapkan SPSE Versi 4.2, Negara Hemat 16,13 Miliar

Hasilnya cukup mencengangkan, laporan hasil audit teknis pemeriksaan RTH disebut hanya sejumlah Rp 40 ribu.

"Dari laporan hasil audit teknis terdapat temuan kerugian Rp 40 ribu," ungkap Asiaten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau, Seubekhan.

Hasil audit ini tidak serta merta digunakan oleh penyidik Pidsus Kejati. Penyidik aka melakukan evaluasi penyidikan perkara ini.

"Atas hasil audit itu, kita akan melakukan evaluasi penyidikan," sebutnya.

Baca: Safari Ramadan HKR Pekanbaru Sambangi Bangun Purba

Upaya evaluasi yang dilakukan antara lain dengan berkoordinasi dengan Badan Owngawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Perwakilan Riau.

"Pasti kita berkoodinasi dengan BPKP. Tapi, audit BPKP biasanya menyandarkan ke audit teknis. Yang jelas kita berkoordinasi dulu," urainya.

Sementara itu dalam proses penyidikan, cek fisik dilakukan tim ahli teknis dari Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada akhir Februari 2018 lalu. Proses pengecekan fisik itu diketahui dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan teknis.

Pekerjaan proyek ini menelan anggaran Rp 7 Miliar. Pemeriksaan teknis terkait spesifikasi fisik akan dikakukan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Baca: Apresiasi Kinerja Densus 88, Kepolisian Diminta Terus Lakukan Penyisiran Jaringan Teroris di Riau

Pembangunan RTH Kaca Mayang dilakukan bersamaan dengan RTH Tunjuk Ajar pada tahun 2016 lalu. Pembangunan RTH Tunjuk Ajar saat ini sedang dalam proses persidangan dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat pembangunannya. Perkara ini menyeret 18 orang tersangka.

Pembangunan dua RTH dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Sumber Daya Air (Ciptada) Riau yang dipimpin Dwi Agus Sumarno.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved