Kampar

Seleksi Direksi BPR Sarimadu Sepi Peminat, Ini Saran Komisi III DPRD Kampar

Jajaran direksi Bank Perkreditan Rakyat Sarimadu masih lowong. Kondisi ini mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kampar

Seleksi Direksi BPR Sarimadu Sepi Peminat, Ini Saran Komisi III DPRD Kampar
ist
BPR Sari Madu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Jajaran direksi Bank Perkreditan Rakyat Sarimadu masih lowong. Kondisi ini mendapat perhatian dari Komisi III DPRD Kampar.

Anggota Komisi III, Agus Candra memberi catatan terhadap proses seleksi yang telah dilakukan.

Agus mengungkap kemungkinan penyebab sepinya peminat untuk memimpin lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Kampar tersebut. Ia melihat adanya kebimbangan dengan kondisi BPR Sarimadu saat ini.

Baca: Sosialisasi di Kemuning Muda, Mahasiswa Pertanian Unri Ajak Masyarakat Manfaatkan Pekarangan

"Saya melihat, bisa saja karena kondisinya kurang sehat. Jadi orang kurang berminat," ungkap Agus, Minggu (3/6/2018). Menurut dia, di sini diperlukan langkah Pemerintah untuk memperbaiki kondisi BPR Sarimadu. Sehingga kepercayaan publik kembali seperti semula.

"Bupati harus melakukan evaluasi total terhadap kondisi keuangan bank. Harus betul-betul sehat. Sekarang kan, lagi sakit," ujar Politisi Partai Golongan Karya ini.

Baca: Hasil MotoGP Italia 2018: Marc Marquez Jatuh di Depan Rossi, Jorge Lorenzo Juara!

Di samping itu, sepinya peminat juga diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi Panitia Seleksi. Ia meminta penjaringan peserta diperluas. Bila perlu dijadikan perekrutan berskala nasional.

"Jangan berharap di lokalan lagi. Lakukan penjaringan sampai keluar (Riau)," ujar Agus. Menurut dia, penyebab lain sepinya peminat bisa saja karena orang yang berkompeten di tingkat lokal memang minim.

Baca: Syamsuar Akan Bawa Program Zakat ke Provinsi Jika Menjadi Gubernur Riau

Pansel baru mendapat sosok untuk jabatan Direktur Operasional. Dua jabatan lain, masing-masing Direktur Utama dan Direktur Pemasaran, belum didapatkan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hanya meloloskan satu untuk Direktur Operasional dari empat nama yang dikirim Pansel bentukan Bupati Kampar. Tiga nama dinyatakan belum berkompeten. OJK memberi waktu enam bulan meningkatkan kompetensi untuk bisa kembali ikut seleksi. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved