Piala Dunia 2018

Cara Jitu Kiper Timnas Tunisia agar Pemain Bisa Berbuka Puasa Saat Pertandingan

Negara yang memiliki julukan Arab Maghrib ini telah bertanding melawan Portugal dan dan Turki.

Cara Jitu Kiper Timnas Tunisia agar Pemain Bisa Berbuka Puasa Saat Pertandingan
FETHI BELAID/AFP
Suporter Tunisia memberikan dukungan kepada timnya saat melawan Libya pada partai Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Afrika di Stadion Felix Houphouet-Boigny, Minggu (12/11/2017) dini hari WIB. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Bertanding di siang Ramadan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim nasional. 

Tanpa harus mengorbankan ibadah, namun permainan tetap berlangsung.

Timnas Tunisia memiliki rencana cerdas agar ibadah puasa ramadan mereka tidak terganggu dengan adanya laga persahabatan.

Timnas Tunisia baru saja menjalani dua laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2018.

Negara yang memiliki julukan Arab Maghrib ini telah bertanding melawan Portugal dan dan Turki.

Namun, ada yang menarik saat pertandingan persahabatan tersebut dilakukan ketika para pemain Tunisia menjalani ibadah puasa.

Baca: Jadwal Piala Dunia 2018: 10 Hari Menuju Laga Pembuka Rusia vs Arab Saudi, Catat Waktu Lengkapnya

Baca: Jadi Pemain Pengganti Neymar Ciptakan Gol Pembuka Saat Baru Main 23 Menit Lawan Kroasia

Sebagaimana dilansir Bolasport.com dari situs Aljazeera, kiper Tunisia, Mouez Hassen, memiliki cara jitu agar rekan-rekannya tetap bisa berbuka puasa meskipun sedang menjalani pertandingan.

Ketika melawan Portugal, Hassen pura-pura cedera pada menit ke-58 agar rekan setimnya bisa berlari ke pinggir lapangan dan mendapatkan makanan untuk membatalkan puasa.

 
Hassen kembali menggunakan trik yang sama ketika Tunisia melawan Turki.

Hassen terbaring telentang di garis gawang sementara rekan setimnya bergegas mengambil makanan dan minuman di pinggir lapangan.

Baca: Kabar Baik dari Mohamed Salah, Unggah Foto Terbaru Soal Cederanya Jelang Piala Dunia 

Baca: Masih Berusia 30 Tahun Pelatih Klub Jerman Ini Berani Tolak Ajakan Real Madrid

Tingkah kiper berusia 23 tahun ini bisa dikatakan unik.

Ini adalah bukti bahwa para pemain Tunisia tetap ingin menjadi muslim yang taat tanpa mengganggu aktivitasnya sebagai pesepak bola profesional.(*)

Editor: Afrizal
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved