Dipasang di Tempat Terlarang, Satpol PP Pelalawan Tertibkan Iklan Rokok di Pangkalan Kerinci

Penertiban spanduk dan iklan di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, Senin (4/6/2018).

Istimewa
Personil Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan melakukan penertiban terhadap iklan rokok yang dipasang sembarangan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, Senin (4/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Personil Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) kembali melakukan penertiban spanduk dan iklan di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, Senin (4/6/2018).

Kali ini aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) itu menyasar iklan rokok yang dipasang di tepi Jalintim.

Spanduk itu diikat dan dipampangkan di tiang listrik tanpa ada izin dari instansi berwenang.

Alhasil belasan spanduk dan iklan itu dicopot serta diturunkan paksa.

"Iklan rokok ada 12 lembar yang kita turunkan. Termasuk tujuh spanduk yang sudah habis masa tayangnya," beber Kepala Satpol PP dan Damkar Pelalawan, H Abu Bakar FE, kepada tribunpelalawan.com.

Baca: Letusan Gunung Berapi Kubur Satu Desa, 25 Orang Tewas, Ini Foto dan Videonya

Abu Bakar mengungkapkan pemasangan iklan rokok itu jelas menyalahi aturan karena ditaruh di lokaso terlarang.

Selain itu keberadaan spanduk dan iklan itu bisa mengakibatkan tiang listrik tumbang.

Personil Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan melakukan penertiban terhadap iklan rokok yang dipasang sembarangan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, Senin (4/6/2018).
Personil Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pelalawan melakukan penertiban terhadap iklan rokok yang dipasang sembarangan di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, Senin (4/6/2018). (Istimewa)

Ia mengimbau pengusaha rokok bersama mitranya tidak memasang iklan dengan sembarangan.

Baca: Warga Palestina Bakal Bakar Jersey Lionel Messi secara Berjamaah, Ada Apa?

Pengelola harus mengantongi rekomendasi dari pihak-pihak terkait dimana titik dan lokasi yang diperbolehkan memasang spandung ataupun sejenisnya.

"Selain itu juga, sekarangkan lagi ada penilaian dari pusat terkait Kota Layak Anak (KLA) sampai beberapa hari kedepan. Kita sedang dalam penilaian. Ada iklan seperti ini tentu berpengaruh negatif," tambah Abu Bakar.

Seluruh spanduk dan iklan itu untuk sementara diamankan di markas Satpol PP dan Damkar.

Pihaknya akan terus melakukan monitoring dan penertiban terhadap pengusaha nakal yang memasang spanduknya dengan sembarang.

Pencopotan akan langsung dilakukan tanpa pandang buluh. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved