Mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU Bengkalis Turut Dimintai Keterangan oleh KPK

Mantan Kabid Bina Marga Dinas PU Bengkalis diperiksa KPK, Selasa (5/6/2018). Ia menjalani pemeriksaan selama 4 jam

Mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU Bengkalis Turut Dimintai Keterangan oleh KPK
Tribun Pekanbaru/ILham
Satu dari delapan orang saksi yang dimintai keterangannya oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Brimobda Polda Riau, Selasa (5/6/2018) merupakan mantan Kabid Cipta Karya, Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Syafarudin. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Satu dari delapan orang saksi yang dimintai keterangannya oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Brimobda Polda Riau, Selasa (5/6/2018) merupakan mantan Kabid Cipta Karya, Dinas PU Kabupaten Bengkalis, Syafarudin.

Ia menjalani pemeriksaan sekitar empat setengah jam, dimulai Pukul 11 dan berakhir sekitar Pukul 15:30 WIB. Keluar ruang pemeriksaan di Mako Brimobda Polda Riau, ia irit bicara.

Baca: KONI Pekanbaru Segera Serahkan Bonus Porprov Kampar 2017

Ia mengungkapkan jika pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan yang pertanyaan diajukan kepadanya sama seperti yang pernah ditanyakan penyidik KPK sebelumnya kepadanya.

KPK menyidik dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Bengkalis dalam kegiatan Proyek Peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di kabupaten tersebut tahun Anggaran 2013 hingga 2015 dalam bentuk alokasi anggaran tahun jamak, atau Multi Years.

Baca: Jelang Piala Dunia 2018, Inilah Jadwal Pertandingan Ujicoba Internasional Pekan Ini

"Ada (beberapa) termin tapi saya tak tahu. Ada KPA-nya, Pak Nasir," ujar Syarifuddin sambil berjalan menuju Masjid di Mako Brimob Polda Riau.

Nasir yang dimaksud oleh Syarifudin adalah Muhammad Nasir yang merupakan mantan Kepala Dinas PU Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai Sekdako Dumai. Dalam proyek ini, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT MRC.

Baca: PS AS Abadi Juara Turnamen Sepak Bola Ramadan di Pekanbaru

Syarifuddin mengatakan, Jalan yang dibangun merupakan jalan kabupaten. Namun dia mengaku tak ingat berapa panjang jalan yang dibangun dengan anggaran 2013-2015 itu.

"Saya tak ingat karena hanya panitia (lelang). Kalau mau jelas coba tanya ke PPTK saja, Pak Yuri di Dinas PU ," katanya.

Ia juga menyebut pertanyaan penyidik kepadanya sama dengan peetanyaan yang diajukan sebelumnya oleh lembaga anti rasuah itu. Sebelumnya KPK sempat memeriksa sejumlah saksi dalam perkara ini. Kala itu pemeriksaan dilakukan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru.

Baca: Berikut Daftar 23 Nama Pemain Timnas Australia di Piala Dunia 2018, Tim Cahill Masuk

"Pertanyaannya sama, yang itu juga," sebutnya.

Selain Syarifuddin, hari ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memeriksa tujuh orang saksi lainnya. Mereka adalah pegawai di Pokja ULP dan Dinas PUPR Bengkalis.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved