Paket Berisi Kulit Ular dan Biawak Dilansir Lewat Pesawat, BBKSDA Lakukan Upaya Ini

BBKSDA elakukan penanganan lanjutan terkait temuan paket lewat salah satu jasa pengiriman yang berisi kulit hewan ular dan biawak

Paket Berisi Kulit Ular dan Biawak Dilansir Lewat Pesawat, BBKSDA Lakukan Upaya Ini
Ist
Paket yang mencurigkan ternyata berisi kulit ular dan biawak 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Terkait temuan paket lewat salah satu jasa pengiriman yang ternyata berisi kulit hewan ular dan biawak lewat maskapai udara oleh petugas Aviation Security (Avsec) Bandara SSK II, saat ini pihak Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih melakukan penanganan lanjutan.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Selasa (5/6/2018) menuturkan, setelah barang bukti kulit satwa tersebut disita, pihak pengirim atau pemilik barang saat ini dalam proses pemanggilan untuk diperiksa dan dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca: Bupati Kampar Minta Percaloan Tenaga RTK Diusut, Begini Respon Kejari Kampar

"Sudah dilakukan penyitaan dan terhadap pengirim atau pemilik kulit satwa tersebut sedang dalam poses pemanggilan," kata Suharyono.

Sambung dia, menurut informasi, paket barang berisi kulit hewan itu berasal dari daerah Siak.

Disebutkannya, kulit tersebut memang bukan berasal dari satwa yang dilindungi. Namun bagaimana pun, peredarannya harus mengikuti peraturan yang berlaku.

Baca: Mantan Kabid Cipta Karya Dinas PU Bengkalis Turut Dimintai Keterangan oleh KPK

"Kulit hewan ini tidak dilengkapi dokumen. Seharusnya peredarannya harus sesuai aturan yang berlaku," tegas Suharyono lagi.

Dibeberkan Kepala BBKSDA, paket ini sendiri terdiri dari dua koli. Di mana satu koli berisi kulit ular piton 27 lembar dan kulit biawak 28 lembar.

Sementara itu satu koli lagi berisi 8 lembar kulit ular piton, dan 160 lembar kulit ular piton jenis lainnya. Panjang kulit ular ini bervariasi, antara 3 sampai 4 meter.

Baca: Waspada Menjelang Mudik Lebaran, Kenali 6 Ciri Rumah yang Rawan Kemalingan

"Kepada yang bersangkutan akan dikenakan sanksi administratif. Karena seharusnya dia mengurus perizinannya terlebih dahulu," ucap Suharyono.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved