Kampar

VIDEO: Sebut Tenaga RTK Korban, Bupati Azis Akan Minta Arahan Menkes

"Kita ke Jakarta. Kita ke Kementerian Kesehatan. Bahwa kami, anak-anak kami ini (Tenaga RTK) sudah bekerja sekian tahun,"

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal mengungkapkan, Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) adalah korban praktik calo.

Namun ia menegaskan, Tenaga RTK tidak akan dirumahkan begitu saja.

Bupati Azis berencana akan mendatangi Kementerian Kesehatan untuk membahas nasib Tenaga RTK.

Ia akan membawa uraian polemik Tenaga RTK yang disusun Sekretaris Daerah, Yusri bersama Kepala Dinas Kesehatan, Nurbit.

"Kita ke Jakarta. Kita ke Kementerian Kesehatan. Bahwa kami, anak-anak kami ini (Tenaga RTK) sudah bekerja sekian tahun," kata Azis.

Baca: 5 Negara dengan Skuat Termahal di Piala Dunia 2018, Tak Ada Timnya Messi dan Ronaldo

Baca: Lebam di Wajah Menguak Kasus Persetubuhan di Bawah Umur, Korban Dipukul Pacar karena Menolak ML

"Yang sudah terlanjur diterima, yang sudah jadi korban," imbuhnya di hadapan Tenaga RTK di ruang kerjanya, Senin (4/6/2018).

Azis menegaskan tidak pernah berniat merumahkan Tenaga RTK.

Justru pihaknya berupaya mencari cara agar Tenaga RTK dapat diberdayakan kepada bentuk lain. Seperti kader kesehatan.

Saat menerima Tenaga RTK, Kepala Kepolisian Resor Kampar AKBP.

Andri Ananta Yudhistira juga hadir. Di hadapan Kapolres, Azis mengungkap pungutan hingga puluhan juta oleh calo pada perekrutan Tenaga RTK. Ia meminta calo ini diusut. (*)‎

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved