Kepulauan Meranti

Sidak Daging Sapi dan Ayam di Kepulauan Meranti Libatkan MUI

Daging yang menjadi sasaran sidak adalah daging sapi yang dioplos dengan daging lain atau mengandung bahan-bahan pengawet dan pewarna.

Sidak Daging Sapi dan Ayam di Kepulauan Meranti Libatkan MUI
Tribunpekanbaru/Donnykusumaputra
DKPTPP dan MUI Kabupaten Kepulauan Meranti memberi pemahaman bagi pedagang ayam non muslim di Jalan Imam Bonjol. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar sidak daging sapi dan ayam di sejumlah pasar, Rabu (6/6/2018).

Sidak yang melibatkan Kantor Balai Karantina Pertanian di Selatpanjang,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Diskes tersebut untuk memastikan daging yang dijual pedagang aman untuk dikonsumsi.

Kabid Peternakan DKPTPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Armizar mengatakan, ada tiga pasar yang menjadi target sidak.

Ketiga pasar tersebut yaitu, Pasar Imam Bonjol, Sungai Juling dan Pasar Modern.

Baca: Cara Berobat Bagi Peserta BPJS Kesehatan Bila Sedang Mudik

Baca: Jelang Lebaran Kebutuhan Daging Sapi Aman, Kepulauan Meranti Miliki 397 Sapi Siap Potong

Armizar mengungkapkan, daging yang menjadi sasaran sidak adalah daging sapi yang dioplos dengan daging lain atau daging sapi yang mengandung bahan-bahan pengawet dan pewarna.

"Dari Sidak tersebut kami tidak menemukan adanya daging sapi yang dioplos dengan daging celeng ataupun daging yang mengandung zat berbahaya," ujar Armizar.

Selain menargetkan daging oplosan dan daging yang mengadung zat berbahaya, Armizar mengatakan, pada sidak tersebut pihaknya juga memberikan pemahaman bagi para pedagang daging ayam dan sapi yang non muslim agar memasang spanduk khusus non muslim.

Dengan demikian, warga muslim bisa mengetahui dan mencari penjual daging ayam atau sapi di tempat lain.

"Tadi ada satu pedagang di Jalan Imam Bonjol yang non muslim yang menjual daging ayam. Seharusnya dia kasih tanda khusus non muslim agar warga muslim tidak membeli di situ, tadi sudah kami sarankan agar dia pasang tanda tersebut," ujar Armizar.(*)

Baca: 7 Saksi Dugaan Tipikor di Bengkalis Kembali Diperiksa KPK, Ada Legislator dan ASN

Baca: Pemkab Rokan Hulu Salurkan Ribuan Paket Sembako ke 149 Desa dan Kelurahan

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved