Idul Fitri 1439 H

LBH Pekanbaru Siapkan Posko Pengaduan THR

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru tahun ini kembali membuka Posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) tahun 2018

LBH Pekanbaru Siapkan Posko Pengaduan THR
Ist
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru tahun ini kembali membuka Posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) tahun 2018 untuk menerima pengaduan dari pekerja atau buruh di Provinsi Riau. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Teddy Tarigan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru tahun ini kembali membuka Posko pengaduan tunjangan hari raya (THR) tahun 2018 untuk menerima pengaduan dari pekerja atau buruh di Provinsi Riau.

Direktur LBH Pekanbaru Aditia Bagus Santoso kepada tribunpekanbaru.com Kamis (7/6/2018) mengatakan pemberian THR merupakan kewajiban bagi pengusaha kepada pekerja atau buruh pada setiap hari raya keagamaan.

Posko Pengaduan THR dibuka sejak 6 Juni 2018 Sampai tanggal 20 Juni 2018.

"Kami mengimbau kepada para buruh atau pekerja, untuk tidak takut melaporkan pelanggaran pemberian THR ini," ujar Aditia.

Baca: Banjir Kritikan Usai Unggah Fotonya Lagi Merokok, Ariel Tatum Bungkam Warganet dengan Ini

Pihaknya juga meminta semua pihak terkait, Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten/kota di Riau, Dinas Tenaga Kerja di provinsi maupun kabupaten/kota di daerah ini untuk bersama-sama melakukan pengawasan agar hak pekerja mendapatkan THR sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam pemenuhan hak warga negaranya yakni pekerja/buruh dapat dipenuhi dengan baik.

Kepala Divisi Ekonomi Sosial dan Budaya, Rian Sibarani menyatakan bahwa, perusahaan wajib memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan,

“Pemberian THR merupakan kewajiban Pengusaha dan Pengusaha harus menyesuaikan dengan aturan pembayaran THR yang baru yang mengacu pada Permenaker 6 Tahun 2016 yang mengatur bahwa para pekerja/buruh berstatus PKWT dan PKWTT yang massa kerjanya sudah mencapai 1 (satu) bulan berhak mendapatkan THR dengan perhitungan proporsional, dan wajib diberikan H-7 sebelum hari raya keagamaan,” ujar Rian.

Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang selanjutnya disebut THR adalah hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya.

Baca: Jaga Kesehatan Saat Mudik, Ikuti Tips Menyiapkan Bekal Makanan untuk di Perjalanan

THR berbeda dengan gaji bulanan, THR berlaku untuk seluruh karyawan yang dibayarkan pada saat hari besar agama, yang berarti hari raya Idu Ffitri bagi pekerja yang beragama Islam, hari raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan, hari raya Nyepi bagi pekerja yang beragama Hindu, hari raya Waisak bagi pekerja yang beragama Buddha, dan hari Imlek untuk mereka yang memeluk Kong Hu Chu atau keturunan Tionghoa.

Halaman
12
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved