Mudik 2018
Mudik 2018, Ini Lokasi Rawan Jalur Mudik Provinsi Riau, Mulai Macet, Jalan Rusak hingga Longsor
Setidaknya ada 30 titik rawan kecelakaan dan jalan rusak, lokasi macet dan longsor yang akan mengganggu pemudik nantinya.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Buat Anda yang mau mudik lebaran, ada baiknya untuk mengenali lebih detail rute yang akan dilalui.
Titik-titik rawan kemacetan hingga daerah rawan longsor.
Dinas Perhubungan Provinsi Riau bersama instansi terkait sudah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan di jalur mudik tahun 2018.
Setidaknya ada 30 titik rawan kecelakaan dan jalan rusak, lokasi macet dan longsor yang akan mengganggu pemudik nantinya.
Titik rawan terbanyak berada di lintas Barat yang menghubungkan Pekanbaru arah Sumatra Barat dan arah Rokan Hulu perbatasan Sumatera Utara.
Pada jalur ini terdapat dua titik yang sering terjadi longsor yakni pada jalur Rantau Berangin menuju batas Sumatra Barat. Pada titik ini sering terjadi longsor apalagi saat musim hujan tiba.
Kemudian pada jalur Barat ini juga terdapat tiga pasar tumpah yang akan menyebabkan kemacetan bagi pemudik, di antaranya Pasar Danau Bingkuang Kecamatan Tambang, Pasar Kampar dan Pasar Kuok.
Selain itu terdapat delapan titik lainnya di jalur Barat ini yang rawan terjadi kecelakaan karena jalan berlubang, tikungan tajam, jarak pandang terbatas, dan kurangnya marka jalan serta jalan bergelombang.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Taufiq Usman Hamid mengatakan jalur Barat menjadi perhatian apalagi untuk rawan longsor dan kemacetan.
"Jalur Barat Masih menjadi jalur yang sangat banyak titik rawan kecelakaan, rawan kemacetan dan rawan longsor," ujar Taufik Usman kepada Tribunpekanbaru.com.
Ini Dia Lokasi Rawan di Jalur Mudik Provinsi Riau:
Lintas Utara
*Km 260 Baganbatu - Tikungan maut (Sering terjadi Kecelakaan)
*Km 11,9 dari Simpang Mawar (Duri) arah Jurong (Kondisi jalan bergelombang)
*Km 63,4 dari Simpang Gelombang menuju Bangko (Persimpangan curam)
*Km 18,1 dari simpang Bingung menuju Simpang Perawang (Bahu jalan lebih kecil)
*Km 6,5 dari Simpang Bingung menuju Simpang Perawang (Banyak kendaraan pengangkut CPO yang berhenti di tikungan)

Lintas Timur
*Dari tugu Patin Pematang Reba menuju Pelalawan Km 1,3 hingga Km 14,6 (Sering terjadi kecelakaaan karena mobilitas kenderaaan tinggi)
*Km 26,2 dari Simpang Pangkalan Kasai arah batas Jambi (Bahu jalan berupa tanah)
*Km 71,7 dari Simpang Pangkalan Kasai arah batas Jambi (Titik rawan kecelakaan)
*Km 59,3 Pekanbaru menuju Pelalawan (Sering terjadi kecelakaan disimpang SP 6)
*Km 16,0 dari Simpang Bunut (Tikungan tajam terhalang pepohonan)
*Km 17,2 dari arah Simpang Bunut (Bahu jalan masih tanah dan kerikil)
*Km 19,0 dari batas Pekanbaru (Ramai penduduk dan karakteristik kendaraan laju)
Lintas Selatan
*Km 9,9 dari Simpang Empat Pematang Reba menuju Simpang Kasai (Bahu jalan tanah berkerikil)
*Km 106 dari Taluk Kuantan menuju Air Molek (Jalan miring)
*Km 81,6 dan Km 90,1 dari Taluk Kuantan menuju Air Molek (Penerangan jalan mimi)
*Km 7,9 dari Tugu Cerano menuju batas Sumbar (Kurangnya rambu dan ramai kegiatan masyarakat)
Lintas Barat
*Km 27 dari Simpang Tandun menuju Rantau Berangin (Ada lubang yang cukup dalam sisi kiri tikungan)
*Km 36,2 dari Simpang Petapahan menuju Tandun (Berlubang dan bahu jalan masih tanah berkerikil)
*Km 7,2 Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang, Simpang Garuda Sakti (Lampu jalan tidak berfungsi)
*Km 17,2 dari Simpang Ujungbatu arah batas Sumbar (Marka jalan samar dan banyak tikungan)
*Km 22 Jalan Raya Pekanbaru Bangkinang (Terdapat tikungan tajam panjang)

Rawan Longsor
*Km 78 + 550 L Km 87 + 700 L setelah Rantau Berangin arah Sumatra Barat
Rawan Kemacetan
*Jalan Lintas Barat Km 31 Pasar Danau Bingkuang Tambang (Pasar Setiap hari Rabu terjadi kemacetan)
*Jalan Lintas Barat Km 39 Pasar Kampar Kecamatan Kampar Timur (Pasar setiap hari Minggu)
*Jalan Lintas Barat Km 71 Pasar Kuokl Kecamatan Bangkinang Barat (Pasar setiap Minggu)