Mudik 2018

Selama Arus Mudik Lebaran, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Capai 7 Ribu Lebih

Selama masa arus mudik Lebaran 2018, ribuan penumpang hilir mudik di Terminal Bandar Raya Payung

Selama Arus Mudik Lebaran, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Capai 7 Ribu Lebih
Tribunpekanbaru/Fernandosikumbang
Para penumpang bus tampak memadati Terminal Tipe A Dumai di Jalan Klakap Tujuh, Kota Dumai. Pihak pengelola terminal memprediksi jumlah pemumpang masoh bertambah hingga H-1 Idul Fitri 1439 H. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Selama masa arus mudik Lebaran 2018, ribuan penumpang hilir mudik di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru.

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun, Sabtu (16/6/2018) sore, terhitung mulai H-8 hingga H-1 Lebaran jumlah penumpang di terminal ini mencapai angka 7.647 orang.

Grafik jumlah penumpang sendiri terbilang fluktuatif atau naik turun.

Rinciannya yakni pada H-8 sebanyak 610 orang, H-7 sebanyak 776 orang, dan H-6 sebanyak 1.364 orang.

Baca: Lionel Messi Gagal Pinalti, Argentina Vs Islandia Berakhir Imbang 1-1

Kemudian, pada H-5 jumlah penumpang meningkat menjadi 1.460 orang. Namun pada H-4, jumlah penumpang turun, hanya berjumlah 1.013 orang.

Pada H-3, jumlah penumpang kembali turun, hanya 808 orang. Namun pada H-2 yang memang diprediksi jadi puncak arus mudik, jumlah penumpang mengalami kenaikan menjadi 1.136 orang.

Berlanjut pada H-1, jumlah penumpang turun drastis. Hanya sekitar 480 orang saja.

Sementara itu, kondisi di terminal pada Sabtu sore terbilang sepi.

Baca: SP3 Kasus Habib Rizieq, Pengamat Hukum: Ada Ruang Untuk Menggugat

Marjohan selaku Staf ADM Perkantoran Terminal BRPS menyebutkan, secara umum jumlah penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru pada tahun ini mengalami penurunan jika dibanding tahun lalu.

Terjadinya tren penurunan arus penumpang di Terminal BRPS sendiri pada tahun ini dipengaruhi oleh beberapa hal.Misalnya lantaran adanya pengadaan mudik gratis dari beberapa instansi dan lembaga, hingga keberadaan travel-travel yang kini sudah menjamur.Meski pun pada nyatanya, seluruh Perusahaan Otobis (PO) yang beroperasi, dari hasil tinjauan pihaknya, rata-rata tiket untuk keberangkatan sudah habis terjual.

"Bahkan ada yang minta tambahan unit mobil pariwisata, karena regulernya sudah tidak mencukupi. Namun tetap kita minta untuk pengoperasiannya, pertanggungjawaban harus dari pihak PO yang bersangkutan," jelas dia.

"Artinya, misalnya PO Makmur. Armada reguler mereka sudah tidak mencukupi untuk angkutan lebaran karena full book dan minta tambahan 2 unit mobil pariwisata, maka tetap pertanggungjawabannya dari pihak Makmur, tiketnya tetap dari Makmur," sambung Marjohan lagi.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved