Hari Pertama Pembukaan Pascalebaran Pasar Modal Alami Tekanan
Di momen libur lebaran dan Ramadhan cenderung pelaku pasar menarik modal untuk dipegang mencukupi kebutuhan di momen tersebut.
Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Afrizal
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Indeks Pasar Modal mengalami tekanan pada hari pertama pembukaan pasar setelah libur lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.
Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia perwakilan Riau, Emon Sulaeman, Rabu (20/6/2018) mengatakan tekanan ini diakibatkan adanya momen hari libur panjang hari raya, bulan Ramadhan, perhelatan Piala Dunia dan Pilkada serentak di akhir Bulan Juni 2018 ini.
Di momen libur lebaran dan Ramadhan cenderung pelaku pasar menarik modal untuk dipegang mencukupi kebutuhan di momen tersebut.
Ia menjelaskan penutupan perdagangan sebelum libur panjang kemarin tanggal 8 Juni 2018, IHSG tertekan hingga 1,852 persen atau 113,071 point dengan transaksi perdagangan mencapai Rp 11 triliun.
"Indeks dari awal sudah mengalami tekanan jual hingga dari awal bergerak di zona merah. Penurunan dimotori oleh saham-saham perbankan hingga 3 persen secara sektoral turunnya BBRI, BBCA, BMRI dan BNI. Kemudian disusul sektor-sektor infrastruktur yang dimotori TLKM yg juga terkoreksi hingga 4 persen," katanya.
Baca: Prime Park Hotel Pekanbaru Sediakan Paket Halalbihalal, Harga Terjangkau dan Banyak Pilihan
Ia mengatakan penurunan ini sebagai antisipasi efek libur panjang hari raya, dimana momen ini investor lebih cenderung mengambil langkah pegang uang cash, termasuk investor asing yang membukukan netsell Rp 2,45 triliun dan sampai dengan kemarin dari awal tahun asing sudah keluar dari bursa Rp 43,44 triliun.
Selain dampak libur panjang, juga diakhir Ramadhan ada perhelatan dunia yang cukup menarik pergerakan uang dunia yaitu gelaran piala dunia, inipun secara tidak langsung mempengaruhi pasar serta diakhir juni juga ada pilkada serentak.
"Tentunya hal-hal ini juga akan berpengaruh pada saat pembukaan perdagangan hari ini," tuturnya.
Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 109,59 poin atau 1,83 persen ke level 5.884,04.
Dikutip dari Kontan.co.id, ada delapan sektor menurun seiring pelemahan indeks. Hanya sektor aneka industri dan infrastruktur yang menguat masing-masing 0,80 persen dan 0,63 persen pada perdagangan hari pertama setelah libur lebaran.
Baca: Kadis PUPR Riau Optimis Pembangunan Jembatan Siak IV Tuntas Tahun 2018 Ini
Sektor keuangan mencatat penurunan terbesar, yakni 3,54 persen.
Sektor konstruksi tergerus 2,96 persen. Sektor barang konsumer turun 2,37 persen dan sektor perkebunan turun 2,01 persen.
Pada sektor perdagangan dan jasa turun 1,78 persen. Sektor manufaktur terkoreksi 1,26 persen.
Sektor tambang turun 0,22 persen dan sektor industri dasar turun tipis 0,01 persen.
Total volume transaksi bursa mencapai Rp 8,61 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,78 triliun.
Baca: Sebelum KM Sinar Bangun Karam di Danau Toba, Roy Kiyoshi: Bakalan Ada Peristiwa Besar di Perairan
Sebanyak 290 saham melemah, 122 saham menguat, dan 92 saham bergerak mendatar.
Investor asing pada perdagangan hari ini mencatat penjualan bersih Rp 1,85 triliun di seluruh pasar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kenaikan-ihsg-dampak-kebijakan-the-fed_20150919_20150921_083400.jpg)