Rokan Hulu
Babinsa Koramil se-Rohul Ikuti Kegiatan Minggu Militer
Puluhan Babinsa prajurit Kodim 0313/KPR dari jajaran Koramil se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ikuti pelaksanakaan minggu militer
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Budi Rahmat
Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Dony Kusuma Putra
TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Puluhan Bintara Pembina Desa (Babinsa) prajurit Kodim 0313/KPR dari jajaran Koramil se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ikuti pelaksanakaan minggu militer di halaman kantor Koramil 02/Rambah.
Minggu milter yang digelar tersebut, sebagai sarana Back to Basic bagi para prajurit Komandan Satuan dalam memlihara kemampuan dasar-dasar prajuritnya.
Baca: Nasib Embarkasi Haji Antara Riau Ditentukan Kamis Depan, Pemprov Riau ke Pusat Rapat dengan Kemenag
Dimana, Minggu Militer ini dipimpin langsung Perwira penghubung (Pabung) Kapten Inf Raflis Jon, dihadiri Danramil 02/Rambah Kapten Inf Hendra P. Barus, Danramil 11/Tambusai Kapten Inf Fadhil, Danramil Danramil 14/Kepenuhan Asril serta seluruh Babinsa jajaran Kabupaten Rohul.
Baca: Bawaslu Riau Temukan Berbagai Pelanggaran Masa Tenang, Diantaranya Dilakukan Pejabat Publik
Pabung Kapten Inf Raflis Jon menghimbau, agar seluruh Babinsa tetap menjaga Netralitas TNI dalam tahun politik seiring akan digelarnya pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018.
"Profesional Prajurit TNI dapat dilihat dari sikap, disiplin, loyalitas serta militansi yang ditunjukan dalam kesehariannya," kata, Pabung Kapten Inf Raflis Jon, Senin (25/6/2018).
Ia menambahakan, posisi TNI adalah netral dalam pesta demokrasi. Bukan hanya netral, namun TNI juga harus memiliki pengetahuan seperti apa netralitas tersebut, sehingga TNI dibekali buku saku netralitas agar setiap saat bisa menjadikan buku tersebut sebagai pedoman.
Baca: Sudah Jalani Dua Laga di Piala Dunia 2018, Messi Paling Banyak Tembakan Tapi Tanpa Gol
"Secara institusi, saya harap bahwa prajurit harus netral dan profesional dalam Pilgubri mendatang," tegas Kapten Inf Raflis Jon.
Ia menjelaskan, TNI dan Polri netral dalam pesta demokrasi karena apabila sudah berpihak, maka risikonya masyarakat tidak akan percaya pada kedua institusi tersebut dan kalau masyarakat sudah tidak percaya, maka TNI dan Polri tidak bisa mengendalikan situasi.
Baca: Saat Berdakwah Ustadz Harry Moekti Tak Pernah Minta Bayaran
"Tahun ini adalah tahun politik, sehingga saya ingin meyakinkan ke para Bintara Pembina Desa, untuk bisa menyiapkan khususnya dalam pengamanan pilkada nanti bersama Polri, sehingga Babinsa harus mengerti tugas pokok dan tanggung jawabnya masing-masing," imbaunya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rohul_20180625_193827.jpg)