Pilgub Riau 2018

Bawaslu Riau Petakan 5.298 TPS Rawan di Pilgub 2018

Indikator kerawanan tertinggi penggunaan hak pilih sebesar 1.769 TPS dan ketika pemungutan suara sebanyak 1.407 TPS.

Bawaslu Riau Petakan 5.298 TPS Rawan di Pilgub 2018
ist
bawaslu 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, melakukan pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan dalam Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tahun 2018.

Pemetaan telah dilakukan dari tanggal 10 sampai tanggal 21 Juni 2018.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan kepada Tribunpekanbaru.com pada Senin (25/6/2018) menyebutkan, berdasarkan pengamatan, Bawaslu Provinsi Riau dan Panwaslu Kabupaten dan Kota beserta jajarannya melakukan pengumpulan data untuk menentukan TPS rawan.

"Berdasarkan data tersebut terdapat 5.298 TPS atau sebesar 44 persen TPS yang rawan, dan 6.750 TPS atau 56 persen TPS yang tidak rawan, dengan total 12.048 TPS yang ada se-Provinsi Riau," ungkap Rusidi.

Berdasarkan data TPS rawan per-Kabupaten, kata Rusidi, persentase tertinggi berada di Kabupaten Indragiri Hilir yakni sebesar 97 persen atau sebanyak 1.538 TPS dari 1.579 TPS yang ada di kabupaten tersebut.

Baca: KPU Dumai Musnahkan Ratusan Surat Suara Pilgub Riau yang Rusak

Baca: Hujan Lebat Sejak Dini Hari Air Genangi Jalan HR Subrantas hingga Kantor Bawaslu Riau

Posisi kedua, berada di Kabupaten Indragiri Hulu yakni sebesar 93 persen atau sebanyak 787 TPS dari 846 TPS yang ada.

"Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Pekanbaru menjadi kabupaten dan kota yang terindikasi TPS rawan dengan jumlah sebanyak 1.538 TPS di Inhil, dan 1.161 TPS di Pekanbaru. Sedangkan TPS tidak rawan tertinggi berada pada Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 1.187 TPS, dan Kabupaten Bengkalis sebanyak 1.111 TPS," rinci Rusidi.

Pada variabel kerawanan, ulas Rusidi, indikator kerawanan tertinggi penggunaan hak pilih sebesar 1.769 TPS dan ketika pemungutan suara sebanyak 1.407 TPS.

"Terdapat 6 indikator dan 15 variabel berdasarkan klasifikasi variabel TPS rawan yaitu indikator Akurasi Daftar Pemilih, indikator Penggunaan hak pilih, indikator politic uang, indikator netralitas KPPS, indikator pemungutan suara, dan indikator Kampanye," beber Rusidi.

Halaman
12
Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved