170 Cagar Budaya di Kabupaten Inhu Belum Ditetapkan, Ini Sebabnya

Sayangnya, dari 170 cagar budaya di Kabupaten Inhu saat ini, satupun belum ada penetapan status.

170 Cagar Budaya di Kabupaten Inhu Belum Ditetapkan, Ini Sebabnya
Internet
Ilustrasi Ranperda 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) memiliki 170 potensi cagar budaya.

Satu di antarnya adalah cagar budaya Makam Motah di Kecamatan Batang Cenaku yang dibakar oleh warga beberapa waktu lalu.

Namun sayangnya, dari 170 cagar budaya di Kabupaten Inhu saat ini, satupun belum ada penetapan status.

Salah satu faktor penyebab belum adanya penetapan status cagar budaya ini dikarenakan Kabupaten Inhu belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur soal cagar budaya tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh staf Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri), Saharan Sepur, Kamis (28/6/2018).

Baca: Siap Tunaikan Janji Kampanye Pilkada Riau, Syamsuar: Ini Kemenangan Rakyat Riau

Saharan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 170 cagar budaya di Kabupaten Inhu.

Sebanyak 170 cagar budaya itu terdiri dari situs cagar budaya, struktur cagar budaya, dan juga benda cagar budaya.

Namun dari 170 cagar budaya yang ada di Kabupaten Inhu, hingga kini belum ada penetapan status cagar budaya.

"Penetapan itu juga membutuhkan Ranperda cagar budaya," kata Saharan.

Saharan menyampaikan bahwa sebelum perubahan kewenangan, Disporabudsata Kabupaten Inhu pada tahun 2017 lalu sempat mengajukan ranperda cagar budaya ke bagian hukum untuk kemudian dimasukan ke dalam program legislasi daerah (Prolegda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhu.

Baca: Inggris Vs Belgia Jadi Pertemuan Para Bintang Premier League, MU Beri Peringatan Keras

Namun hingga kini tidak ada kejelasan pembahasan Ranperda cagar budaya tersebut.

Selain membutuhkan Perda Cagar Budaya, untuk penetapan status cagar budaya itu membutuhkan kajian akademis, kajian ilmiah dan juga kajian arkeologi.

Sementara itu, menurut konfirmasi dengan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporasata) Kabupaten Inhu, Armansyah membenarkan bahwa pihaknya sudah mengajukan Ranperda cagar budaya itu pada tahun 2017 lalu.

"Kita sudah mengajukan Ranperda cagar budaya bersamaan dengan Ranperda Pariwisata ke DPRD Inhu pada tahun 2017 lalu, namun yang lebih duluan dibahas itu adalah Ranperda Pariwisata," kata Armansyah. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved