Pilgub Riau 2018

Karib Syam-Edy Taja Quick Real Count, Hasil Sementara Raih 39.44 Persen

Quick Count dilakukan dengan 350 sampel TPS, dengan margin of error di bawah 1 persen. Sedangkan real count dilakukan berbasis dokumen C1 KWK.

Karib Syam-Edy Taja Quick Real Count, Hasil Sementara Raih 39.44 Persen
TribunPekanbaru/Harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Syamsuar dan Edy Nasution, Pasangan calon Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau nomor urut 1, berhasil meraih 39,44 persen suara dalam Pilkada Riau 2018, sesuai hasil Quick Real Count.

Sedangkan pasangan Andi Rachman-Suyatno 23,97 persen, Firdaus-Rusli 20,20 persen dan Lukman Edy-Hardianto 16,43 persen.

"Data sudah masuk 10.236 dari 12.054 TPS hingga pukul 17.50 WIB. Data dimasukan dari data C1 KWK dikirimkan ke server dengan 8 digit kode," kata Fauzan, Koordinator Rekrutmen Saksi Karib, Kamis (28/6/2018) di Prime Park Hotel Pekanbaru.

CEO Pollmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah, mengatakan, sebagai konsultan Sam-Edy, Pollmark telah melakukan empat kali survei.

Quick Count dilakukan dengan 350 sampel TPS, dengan margin of error di bawah 1 persen. Sedangkan real count dilakukan berbasis dokumen C1 KWK.

"Artinya Pak Syam-Edy menang telak di beberapa tempat di Provinsi Riau. Angka masih terus bergerak seiring data yang masuk dari formulir C1 KWK," kata Eep.

Pada survei Mei 2017, Syamsuar memulai dengan angka 8,5 persen.

Eep mengaku jumpa Syamsuar pertamakali saat ia menemui orang yang akan dimintai bantuan untuk Anwar Ibrahim di Malaysia.

"Saat itu, ada Pak Syam, yang oleh orang itu diminta tetap ada di situ ikut mendengarkan. Ternyata saya salah orang karena dia ternyata karib kerabatnya Datu Najib. Namun hikmahnya saya jumpa Pak Syam dan akhirnya intens berkomunikasi," kisah Eep.

Setelah berpasangan dengan Pak Edy, katanya, survei naik menjadi 24,3, naik jadi 25 persen dan berhenti di angka 27,4 persen. Kemudian berhasil di angka 39,6 saat Pilgubri. Target yang dirancang pada Februari 2018 sebesar 40,1 persen.

"Kerja pemenangan Pilkada itu bisa dirumuskan secara akademik. Kami senang bekerjasama dengan orang yang sama-sama percaya, bahwa kerja pemenangan pemilu ada caranya. Tidak orang yang paling wahnpasti menang, tapi yang paling sigap dan mikro mengejar target-target pemenangan. Demokrasi kita juga harus dipersehat. Tugas konsultan bukan memboroskan uang, tapi juatru sebaliknya," ungkap Eep.

Ia menambahkan, cerita pemenangan adalah ikhtiar kolosal banyak orang. Jadi tak ada superhero. Ada jutaan orang yang terlibat. (Nto)

Penulis: harismanto
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved