Sepeda Tandem Harmoniskan Hari-hari Pasangan Suami Istri Ini

Berawal dari satu tulisan di sebuah media massa Malang, pasangan di Pekanbaru ini terinspirasi untuk membeli sepeda tandem.

Istimewa
Abi Karyanto SE dan Marianingsih memakai sepeda tandem. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Zul Indra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berawal dari satu tulisan di sebuah media massa Malang, pasangan suami istri asal Pekanbaru, Abi Karyanto SE dan Marianingsih, terinspirasi untuk membeli sepeda tandem.

Tujuannya, adalah agar bisa gowes bersama.

Abi mengatakan tulisan di media massa Malang itu mengulas kisah sepasang suami istri bersepeda tandem Hakam Mabruri (34) dan sang istri Rofingatul Islamiah (34).

Diceritakan bahwa mereka bakal melintasi nusantara bagian barat dan sembilan negara dengan menggunakan sepeda tandem.

Baca: Sering Alami Nyeri Punggung, Atasi Dengan 3 Bahan Alami Ini

Aksi tersebut dilakukan keduanya dalam misi menyerukan pesan perdamaian antar umat beragama di dunia.

Perjalanan yang akan menempuh bentang alam sepanjang 6.755 kilometer tersebut, Hakam dan Rofingatul akan singgah di tempat-tempat suci lintas agama yang tersebar di beberapa negara.

Baca: Sudah Terlalu Lama Diundur, Dewan Minta Pemko Segera Tertibkan PKL Teratai

Pasangan suami istri (pasutri) asal desa Gading, kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang tersebut akan melintasi negara Malaysia, Thailand, Nepal, India, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Israel dan Mesir.

"Bacaan itu sudah cukup lama menghantui pikiran saya. Awalnya saya ragu untuk mencoba menaiki sepeda tandem, karena bobot badan saya cukup lumayan, belum lagi yang saya bonceng nanti. Namun, kembali terinspirasi pasangan itu, akhirnya sedikit demi sedikit saya menabung.  Alhamdulillah akhirnya terbeli juga sepeda tandem Polygon Impression AX PA 27.5, 17A, WL.Kami berdua coba naik sepeda tandem keliling Kota Pekanbaru, ternyata memang mengasyikkan," ujar Abi.

Baca: Inggris Vs Belgia, Marcus Rashford Akui Lukaku jadi Ancaman Besar The Three Lion

Ia mengatakan, sepeda tandem merupakan sebuah simbol tentang kekompakan.

Sepeda tandem merupakan jenis sepeda gandeng yang membutuhkan dua orang untuk mengayuhnya.

"Sebagai Kepala Keluarga, suami yang mengayuh sepeda bagian depan adalah pemegang kendali dalam rumah tangga. Namun, suami tak bisa melakukannya sendiri tanpa dorongan dari istri yang mengayuh sepeda bagian belakang. Keduanya saling melengkapi dan saling percaya satu sama lain demi tercapainya tujuan bersama. Prinsip sepeda tandem ini sepertinya sangat bagus untuk kehidupan berumah tangga. Di Pekanbaru sendiri belum ada komunitas sepeda tandem. Ayo bersepeda demi menjaga kesehatan," tuturnya. (*)

Penulis:
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved