DPU PRPKP Meranti Sebut Kesadaran Warga di Sekitar Pelantar Masih Kurang

Pihak DPU PRPKP Kepulauan Meranti meminta warga yang tinggal di sekitar jalan pelantar Sungai Juling juga turut menjaga fasiltas tersebut.

DPU PRPKP Meranti Sebut Kesadaran Warga di Sekitar Pelantar Masih Kurang
ist
Pengendara sepeda motor melintasi celah yang timbul di antara Jalan Belanak dengan Jalan Pelantar Sungai Juling. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perusahaan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti meminta warga yang tinggal di sekitar jalan pelantar Sungai Juling juga turut menjaga fasiltas tersebut.

Selama ini, kesadaran warga setempat untuk menjaga fasilitas tersebut dinilai sangat kurang.

"Gerobak-gerobak pasir bermuatan berat bebas lalu lalang di jalan pelantar tersebut, seharusnya warga turut berperan aktif untuk melarangnya. Kalau setiap hari puluhan gerobak bermuatan berat lalu lalang kan bisa berpengaruh terhadap kekuatan kontruksi," ujar Kabid Bina Marga DPU PRPKP Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabri kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (29/6/2018).

Baca: PPK Bengkalis Lakukan Rapat Pleno Penghitungan Suara Pilgubri tingkat Kecamatan

Menurut Sabri, jika warga masih tetap memperbolehkan gerobak bermuatan berat melintas akan memperburuk kondisi jalan pelantar.

Akibatnya, masa pakai fasiltas tersebut kian hari akan semakin berkurang.

"Jika mau pakai lebih lama, solusinya ya jangan kasih gerobak melintas di sana. Jadi, sebab miringnya pelantar Sungai Juling bukan karena ombak dan usia saja," ujar Sabri.

Baca: FOTO: Tiga Pelaku Pengedar Narkoba Ditangkap

Jika pun pelantar tersebut diperbaiki atau dibangun baru, kata Sabri akan berdampak buruk pada pemukiman warga.

Menurut Sabri, rumah warga dan ruko di sekitar pelantar akan retak-retak pada saat pengerjaan penancapan pancang beton.

"Penancapan tiang pancang kan pakai alat berat yang menimbulkan getaran, rumah warga bisa retak-retak. Kalau retak, nanti kami juga yang dituntut untuk bayar ganti rugi," ujarnya. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved