Pilkada Serentak

KPU Kota Padang: PSU di TPS 10 Kampung Jua Jadi Bahan Evaluasi KPPS di Pemilu Selanjutnya

PSU pemilihan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang di TPS 10 Keluarahan Kampung Jua jadi atensi KPU, Panwaslu dan aparat kepolisian.

KPU Kota Padang: PSU di TPS 10 Kampung Jua Jadi Bahan Evaluasi KPPS di Pemilu Selanjutnya
Foto/Riki Suardi
TPS 10 Kampung Jua, Kota Padang 

Laporan kontibutor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemungutan Suara Ulang (PSU) pemilihan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang pada Pilkada 2018 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 Keluarahan Kampung Jua, Kecamatan Lubeg, Kota Padang, nampaknya jadi atensi bagi KPU, Panwaslu dan aparat kepolisian.

Buktinya, pada PSU yang digelar hari ini, Minggu, 1 Juli 2018, sejumlah konisioner KPU, Panwaslu, termasuk Komisoner KPU Sumbar, beserta aparat kepolisian dari Polsek Lubeg, turut hadir menantau jalannya pemungutan ulang tersebut.

Di antaranya Divisi Parmas SDM KPU Sumbar, Gebril Daulay, Konisoner KPU Kota Padang, yaitu Divisi Hukum Riki Eka Putra, dan Divisi Perencanaan, Chandra Eka Putra, serta Ketua Panwaslu Kota Padang, Dorri Putra, dan Kapolsek Lubeg AKP Rico beserta jajarannya.

Baca: Wagub Nasrul Abit, Kemajuan Pembangunan Sumbar Butuh Peran Perantau

Jalannya pemungutan suara ulang di TPS 10 Kampung Jua yang digelar sejak pukul 07.00 WIB hingga berakhir pukul 13.00 WIB berjalan lancar.

Tak ada kegaduahan maupun komplain dari pemilih, maupun saksi dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Padang.

Divisi Hukum KPU Kota Padang Riki Eka Putra mengatakan, PSU ini jadi atensi karena proses cek in balance itu terjadi di Pilkaa Kota Padang, yaitu di TPS 10 Kampung Juam.

PSU ini merupakan wujud dari terlaksananya prisnsip-prinsip demokrasi di tingkat TPS.

Baca: Sudah Berjalan Dua Pekan, Pencarian Korban KM Sinar Bangun Sampai 3 Juli

"Artinya ada pengawasan yang dilakukan oleh jajaran Panwaslu. Kemudian di samping itu ada niat baik dalam penyelenggaraan Pilkada, dalam hal ini KPPS untuk melakukan evaluasi kinerja. Dalam demokrasi ini hal yang lumbrah dan tentunya ini akan jadi pelajaran bagi penyelenggaraan pemilu berikutnya," kata Riki.

Seperti diketahui, KPU Kota Padang melakukan PSU di TPS 10 Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubeg.

PSU itu dilakukan karena adanya pelanggaran, yaitu tiga orang pemilih yang melakukan pemilihan di TPS 10.

Padahal ketiga pemilih itu tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 10 Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung, maupun di tempat lain.

Baca: Gula Merah Ternyata Banyak Khasiat, untuk Masalah Menstruasi Hingga Tingkatkan Kualitas Sperma  

Namun demikian, KPU Kota Padang memastikan pelanggaran tersebut bukan kecerobohan dari petugas KPPS di TPS 10, apalagi ketiga pemilih itu juga berdomisili sejak lama di kawasan TPS 10.

Hanya saja, alamat KTP ketiga pemilih itu bukan di Kampuang Jua, tapi di daerah lain yang masih berada di Kota Padang.

Namun, ketiganya pada saat pemungutan suara 27 Juni kemarin, juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mencoblos di TPS lain.(*)

Baca: Dililit Utang Rp 120 M, Koperasi Ini Gelar RAT di Hotel Berbintang Lima. Ini Dia Alasannya

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved