Polisi Temukan 4 Bendera ISIS Saat Amankan Pelaku Pembunuhan di Pekanbaru

Jajaran kepolisian Polresta Pekanbaru mengamankan seorang pelaku pembunuhan berinisial yang juga diduga sebagai simpatisan ISIS.

istimewa
RH alias AH tersangka pembunuhan terhadap Ahmad Syahwan ditangkap petugas kepolisian. Sejumlah barang bukti juga diamankan seperti , empat helai bendera ISIS, dua kapak, satu celurit, tiga keping CD, dan satu botol cat semprot. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Jajaran kepolisian Polresta Pekanbaru mengamankan seorang pelaku pembunuhan berinisial RH alias AH yang juga diduga sebagai simpatisan ISIS.

Pelaku RH diamankan, Minggu (1/7/2018) sekira pukul 20.45 Wib, di kediamannya, Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan.

"Yang bersangkutan merupakan pelaku pembunuhan. Saat diamankan petugas menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan organisasi ISIS," ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto kepada Tribun, Senin (2/7/2018).

Barang bukti yang diamankan antaralain, empat helai bendera ISIS, dua kapak, satu celurit, tiga keping CD, dan satu botol cat semprot yang digunakan untuk membuat bendera ISIS.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi saat menangkap RH alias AH  tersangka pembunuhan terhadap Ahmad Syahwan
Sejumlah barang bukti diamankan polisi saat menangkap RH alias AH tersangka pembunuhan terhadap Ahmad Syahwan (istimewa)

Baca: Keracunan Massal di Kampar, Jumlah Korban Capai 120 Orang

Baca: Terkuak! Ini Penyebab Jasad Korban Kapal Sinar Bangun Susah Diangkat dari Dasar Danau Toba

RH alias AH  tersangka pembunuhan terhadap Ahmad Syahwan ditangkap petugas kepolisian.
RH alias AH tersangka pembunuhan terhadap Ahmad Syahwan ditangkap petugas kepolisian. (istimewa)

Baca: Melawan Saat Dirudapaksa, Gadis Tunawicara Ini Babak Belur Demi Pertahankan Kehormatan

Baca: Bocah Tewas Ditabrak Suzuki Ertiga Saat Berada Dalam Rumah, Ternyata si Penabrak. .

Pelaku merupakan tersangka pembunuhan terhadap korban Ahmad Syahwan.

Ia melakukan pembunuhan karena diajak oleh rekannya, YD alias AZ, yang saat ini masih berstatus DPO.

Mereka membunuh korban karena kecewa.

Tersangka YD kecewa kepada korban yang juga sebagai pimpinan di tempat ia bekerja. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved