Dengar Dentuman Keras, Warga Berhamburan Turun Gunung

Warga turun untuk mengungsi setelah mendengar suara dentuman dari kawah Gunung Agung disertai lontaran pijar

Dengar Dentuman Keras, Warga Berhamburan Turun Gunung
Istimewa
Gunung Agung erupsi, Senin (2/7/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perbekel Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, Komang Tinggal, terdengar panik saat diwawancarai Tribun Bali, Senin (2/7) pukul 22.15 Wita.

Suaranya terdengar tergesa-gesa, dan mengatakan hendak mengungsi setelah Gunung Agung mengalami erupsi dan melontarkan lava dan batu pijar.

Komang Tinggal menjelaskan, warga Sebudi utamanya yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) hampir semuanya mengungsi. Mereka berbondong-bondong meninggalkan kampung halaman setelah mendengar bunyi dentuman keras dibarengi lontaran lava pijar.

"Warga berhamburan dan berduyun-duyun turun untuk mengungsi. Sepeda motor lalu lalang. Masyarakt Sebudi panik campur takut dengan kondisi gunung. Mereka hanya membawa pakaian dan selimut," kata Tinggal saat dihubungi Tribun Bali, tadi malam. 

Warga turun untuk mengungsi setelah mendengar suara dentuman dari kawah Gunung Agung disertai lontaran pijar ke permukaan. Melihat kondisi tersebut, warga seketika turun untuk selamatkan diri masing-masing.

"Awalnya cuma terdengar suara gemuruh. Beberapa menit kemudian terlihat kilat di atas kawah Gunung Agung. Setelah itu baru terdengar bunyi dentuman disertai lontaran lava pijar. Api terlihat di puncak gunung," tambah Komang Tinggal.

Menurutnya, warga Sebudi yang tinggal di bagian barat mengungsi ke Rendang dan Nongan. Titik kumpulnya di lapangan Rendang. Sedangkan warga Sebudi yang berada di bagian timur mengungsi ke Selat, Duda, Duda Timur.

Sementara dari Klungkung dilaporkan, beberapa pengungsi asal Desa Sebudi juga sudah sampai di Gor Swecapura, Gelgel, Klungkung, tadi malam.

Warga Desa Kiduling Kreteg dan Temukus juga berhamburan dan bergegas turun gunung untuk menyelamatkan diri. Mereka banyak mengungsi ke Dusun Kedungdung, Besakih.

Di lokasi berbeda, warga KRB III dari Kecamatan Bebandem juga berduyun-duyun untuk mengungsi. Jalan sekitar Pasar Bebandem, Desa Bebandem, ramai kendaraan warga yang hendak mengungsi.

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved