Mengulik Sejarah Piala Dunia dan Nasib Nona-nona Gila Bola

Penyelenggaraan Piala Dunia, berjalan bersamaan dengan sekelumit peristiwa sejarah dan cerita dari pada manusia-manusia di dalamnya.

Mengulik Sejarah Piala Dunia dan Nasib Nona-nona Gila Bola
Wallpaper Stock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sore itu sebelum langit gelap saya bergegas memacu kendaraan menuju pusat kota Jakarta.

Teman futsal saya, seorang wartawan olahraga telah menunggu saya di sebuah restoran Amerika.

Kami berniat untuk menonton pertandingan Piala Dunia, tim sepakbola Jepang melawan Kolombia dalam babak penyisihan grup H pada pukul 7 malam waktu Indonesia Bagian Barat.

Lima belas menit sebelum pertandingan di mulai, layar proyektor sudah terkembang, bapak-bapak dengan istri dan keluarganya, sepasang muda-mudi dan sekumpulan kawan termasuk saya dan teman saya sudah duduk manis menanti pertandingan mulai.

Tidak hanya restoran Amerika ini yang memberikan pelayanan nonton bareng laga pertandingan sepakbola internasional empat tahunan ini, hampir seluruh wilayah Indonesia juga mengadakan nonton bersama.

Beberapa hal menjadi alasan banyak orang menggemari sepak bola, berbagai alasan dikemukakan mulai dari permainan olahraga yang paling tidak bisa diprediksi, olahraga yang penuh keberuntungan, olahraga yang mudah dimainkan dan tidak perlu lapangan khusus dan sebagainya.

Penyelenggaraan Piala Dunia, berjalan bersamaan dengan sekelumit peristiwa sejarah dan cerita dari pada manusia-manusia di dalamnya.

Baca: Bejat, Seorang Ayah di Sorek Hamili Putri Kandungnya, Kini Mengandung 8 Bulan

Baca: Lewati Deadline, Dua Kabupaten di Riau Ini Belum Juga Menuntaskan Pengajuan Pencairan Dana Desa

Baca: KM Lestari Maju Karam, Gaji ke-13 PNS Senilai Rp 300 Miliar Turut Hilang

Sepakbola dalam Sejarah Dunia

Permainan sepak bola erat kaitannya dengan perkembangan sejarah dunia.

Dalam hal adaptasi teknologi saja, seperti dilansir dari laman fifa.com bahwa turnamen Piala Dunia yang berlangsung di Rusia hari ini sudah beradaptasi dengan teknologi mutakhir.

seperti garis gawang sehingga bergulirnya si bundar ini bisa dilacak apabila dia telah atau belum melewati garis-garis batas gawang.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved