Kapal Tenggelam di Danau Toba

KM Sinar Bangun Tenggelam, Kadishub Samosir Dipanggil sebagai Tersangka

Selain NS ada empat tersangka lain dalam kasus kecelakaan kapal penumpang tersebut, yakni nakhoda

Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Keluarga korban menangis haru saat menaburkan bunga, Senin (2/7/2018) di lokasi KM Sinar Bangun tenggelam. TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA 

TRIBUNPEKANBARU.com -- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samosir berinisial NS dipanggil sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan mengatakan, polisi akan memerika NS terkait peristiwa tenggelamnya kapal kayu yang mengangkut sekitar 200 orang itu.

Baca: 7 Fakta Aksi Begal yang Tembak dan Tusuk Perempuan Hamil Saat Tunggu Suami Beli Pulsa

Baca: Pencarian KM Sinar Bangun Dihentikan, Fahri Hamzah Usul Hubungi Putin untuk Pinjam Alat Ini

Nainggolan menuturkan, polisi menduga, NS lalai dalam menjalankan tugas pengawasan sehingga KM Sinar Bangun yang melanggar aturan keselamatan tetap beroperasi sampai menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan kematian.

"Tersangka Kadishub Samosir harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sehingga mengakibatkan terjadi musibah terhadap penumpang tersebut," ujar Nainggolan di Medan, Kamis (5/7/2018).

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indonesia Open 2018 Hari Ini, Babak 16 Besar Mulai Pukul 12.00 WIB

Dia mengatakan, polisi menetapkan NS sebagai tersangka setelah menemukan cukup bukti.

Selain NS ada empat tersangka lain dalam kasus kecelakaan kapal penumpang tersebut, yakni nakhoda KM Sinar Bangun berinisial TS, pegawai honor Dishub Samosir berinisial KN yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Samosir, pegawai Dishub Samosir berinisial FP, dan Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir berinisial RD.

"Kelima tersangka tersebut dijerat dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo pasal 359 KUHP dengan hukuman 10 tahun dan denda Rp1,5 miliar," kata Nainggolan, mantan Kapolres Nias Selatan.

Baca: Bukan Menyehatkan, 7 Jenis Minuman Ini Bisa Mengacam Kesehatan Anak

KM Sinar Bangun tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, pada 18 Juni.

Hingga kini, baru 21 penumpang yang ditemukan selamat.

Selain itu, ada tiga penumpang yang ditemukan meninggal dunia. Ada sekitar 164 penumpang lain yang diperkirakan belum ditemukan.

Editor: David Tobing
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved